Dirut Garuda Indonesia Ungkap Situasi Maskapai di Tengah Pandemi

Jakarta, airmagz.com – Industri penerbangan menjadi sektor yang paling terdampak akibat pandemi corona (Covid-19), baik itu di luar negeri maupun dalam negeri. Maskapai nasional Garuda Indonesia pun tak luput dari dampak penyebaran corona tersebut.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, industri penerbangan tengah anjlok untuk menghadapai kondisi saat ini. Kebijakan penerbangan yang membuat maskapai anjlok menurut Irfan antara lain penutupan penerbangan ke China, pembatalan haji dan umroh, hingga adanya larangan mudik.

“Kalau teman-teman sudah dua bulan, kita lebih dini, indikasi terdampak mulai saat memutuskan menghentikan rute ke China. Kemudian haji umroh ditutup, secara industri, maskapai Garuda termasuk yang salah satu yang kena impact lebih awal,” ungkap Irfan dalam siaran langsung bersama Kumparan, Senin (4/5).

Sepinya penerbangan sangat dirasakan oleh Garuda Indonesia. Irfan mencontohkan penerbangan rute dari Jakarta ke Amsterdam misalnya. Saat berangkat dari Jakarta ke Amsterdam, tingkat keterisian masih baik bahkan nyaris penuh karena ternyata banyak warga negara Eropa yang memutuskan pulang. Namun untuk rute sebaliknya yaitu dari Amsterdam ke Jakarta, tingkat keterisian hanya mencapai 20 hingga 30 persen.

“Makin lama memang makin berkurang. Kita mengurangi frekuensinya sedemikian rupa. Tapi kita pastikan tetap ada perjalanan ke sana. Memang kita akan menyaksikan kalau pandemi ini berlangsung terus, penerbangan kita akan kosong. Mungkin satu kali akan kita ubah satu kali sebulan,” ujarnya.

Meski begitu, Irfan mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia tetap memiliki tanggung jawab. Sebagai maskapai nasional, Garuda memiliki kewajiban untuk melayani permintaan penerbangan dalam kondisi tertentu.

“Misalnya di saat pandemi ini, banyak WNI yang berada di luar negeri dan ingin kembali ke tanah air, maka Garuda Indonesia harus siap terbang untuk melakukan penjemputan. Pun sebaliknya, ada banyak WNA yang saat ini ada di Indonesia dan juga ingin pulang ke negaranya masing-masing,” ungkap Irfan.

Irfan mengaku saat ini Garuda masih melayani beberapa rute internasional seperti tujuan ke Amsterdam, Australia, Hong Kong, Jepang, dan Korea. Ia sendiri tak menampik bahwa penerbangan Garuda Indonesia sudah dipangkas. Menurutnya, saat ini Garuda Indonesia hanya melayani rute penerbangan internasional dengan frekuensi sekali seminggu. (DP)

Share :
You might also like