Boeing Ciptakan Pesawat Tanpa Awak Untuk Royal Australian Air Force 

Jakarta, airmagz.com – Tim industri Australia yang dipimpin Boeing telah menghadirkan pesawat Loyal Wingman tanpa awak pertama ke Royal Australian Air Force, ini adalah tonggak bersejarah bagi perusahaan dari negara persemakmuran.

Pesawat, yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memperluas kemampuan platform berawak dan tak berawak, adalah yang pertama dirancang, direkayasa, dan diproduksi di Australia dalam lebih dari 50 tahun. Ini adalah investasi terbesar Boeing dalam pesawat tak berawak di luar Amerika Serikat.

Sebagai yang pertama dari tiga prototipe untuk Program Pengembangan Lanjutan Loyal Wingman Australia, pesawat ini juga berfungsi sebagai fondasi bagi Boeing Airpower Teaming System (ATS) yang dikembangkan untuk pasar pertahanan global.

“Ini adalah momen yang benar-benar bersejarah bagi negara kita dan untuk inovasi pertahanan Australia,” kata Perdana Menteri Australia, Hon Scott Morrison MP, dikutip dari Boeing.com, Selasa (5/5).

Hot Scott menambahkan, Loyal Wingman akan sangat penting untuk mengeksplorasi kemampuan kritis yang dibutuhkan Angkatan Udara Austarlia untuk melindungi bangsa dan sekutunya ke masa depan.

Semantara itu, Air Marshal Mel Hupfeld, Kepala Royal Australian Air Force, mengatakan peluncuran pesawat pertama adalah tonggak penting dalam proyek Boeing Loyal Wingman.

“Proyek ini adalah contoh inovasi yang sangat baik melalui kolaborasi dan apa yang dapat dicapai bekerja sama dengan industri pertahanan,” kata Air Marshal Hupfeld.

Air menilai ini menunjukkan pentingnya hubungan yang dimiliki Angkatan Udara dengan Boeing Australia dan industri pertahanan secara lebih luas.

Lebih dari 35 anggota industri Australia mendukung pekerjaan prototipe di empat negara bagian Australia. Dengan permintaan pasar global untuk pesawat tanpa awak berkemampuan tinggi dengan harga yang sangat terjangkau, Boeing menerapkan inovasi di seluruh perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut.

Pesawat ini direkayasa menggunakan kembar digital untuk memodelkan struktur, sistem, kemampuan, dan persyaratan siklus hidup penuh; diproduksi dengan sepotong komposit tunggal yang diresapi resin terbesar Boeing; dan dirakit menggunakan proses manufaktur canggih yang telah terbukti.

“Kami bangga untuk mengambil langkah maju yang signifikan ini bersama Royal Australian Air Force dan menunjukkan potensi untuk kerja tim tanpa awak yang cerdas untuk berfungsi sebagai pengganda kekuatan,” kata Kristin Robertson, wakil presiden dan manajer umum Sistem Otonomi untuk Pertahanan Boeing, Space & Keamanan.

Prototipe Loyal Wingman sekarang bergerak ke pengujian darat, diikuti dengan taksi dan penerbangan pertama akhir tahun ini. (IH)

Share :
You might also like