Garuda Indonesia Bakal Dapat Talangan Dana Rp 8,5 Triliun dari Pemerintah

Jakarta, airmagz.com – Pemerintah akan memberikan dana talangan (investasi) untuk modal kerja kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp8,5 triliun. Hal ini masuk menjadi salah satu rencananya pemerintah dalam upaya memulihkan ekonomi nasional.

Seperti dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Kamis (14/5), pemerintah ingin membantu beberapa BUMN yang terdampak oleh penyebaran virus corona.

Garuda Indonesia menjadi salah satu yang dibantu karena keuangan perusahaan merosot akibat jumlah penumpang pesawat yang anjlok.

Selain Garuda Indonesia, pemerintah juga akan memberikan talangan dana kepada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebesar Rp3 triliun, Perum Perumnas (Persero) sebesar Rp650 miliar, PT KAI (Persero) Rp3,5 triliun, Perum Bulog (Persero) Rp13 triliun, dan PTPN (Persero) Rp4 triliun.

Total dana yang disiapkan pemerintah untuk memberikan talangan kepada sejumlah BUMN sebesar Rp32,65 triliun.

Seluruh dana itu masuk dalam anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) setelah dihantam pandemi virus corona sebesar Rp491,55 triliun.

Namun, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan seluruh data ini belum valid karena masih harus dibicarakan di sidang kabinet.

“Kami rumuskan dulu dan diumumkan BUMN mana saja, caranya bagaimana nanti. Mohon maaf belum bisa jawab detail,” ucap Febrio.

Namun, ia membeberkan kisi-kisi BUMN yang akan mendapatkan bala bantuan dari pemerintah. Salah satunya ialah perusahaan yang memiliki pengaruh besar terhadap hajat hidup masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga akan melihat peran sovereign yang dijalankan BUMN, eksposurnya terhadap sistem keuangan, jumlah kepemilikan pemerintah, dan total aset yang dimiliki oleh BUMN.

Kemudian, pemerintah juga menetapkan sejumlah skala prioritas dalam membantu BUMN. Beberapa skala prioritas yang dimaksud, antara lain BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur, pangan, transportasi, sumber daya alam (SDA), keuangan, manufaktur, energi, dan pariwisata.

Febrio menyatakan keuangan BUMN melorot karena terdampak virus corona. Beberapa dampak yang dirasakan, misalnya permintaan energi listrik menurun, lalu lintas harian di jalan tol juga turun, penumpang pesawat anjlok, hingga penundaan proyek. (SS)

Share :
You might also like