Garuda Tingkatkan Angkutan Kargo Sampai 10 Persen

Jakarta, airmagz.com – Garuda Indonesia manargetkan peningkatan angkutan kargo sebesar 10 persen di tahun ini.

Demikian juga, pihaknya berupaya untuk menyetujui penundaan pembayaran dengan operator bandara, perusahaan minyak dan gas Pertamina.

Garuda juga telah berencana merestrukturisasi sukuknya, dan berharap untuk bernegosiasi dengan pemerintah Indonesia untuk tiket domestik.

Selain itu, operator bertujuan untuk menjual tiket dalam jumlah besar melalui strategi hard block untuk memperluas codeshare dan hubungan interline supaya mencakup pasar di Eropa dan Amerika Serikat; dan untuk meluncurkan rute baru ke Timur Tengah.

Tahun ini, grup Garuda akan mengoperasikan 218 pesawat penumpang dan tiga kargo. Garuda akan menerima empat jet penumpang Airbus A330-900 dan tiga kargo, satu A330 dan dua Boeing 737.

Anak perusahaan berbiaya rendah Citilink akan menerima satu A330-900 dan 18 ATR 72-600s. Dari 18 ATR 72, 13 harus ditransfer dari induk Garuda. Satu A320 akan dihapus dari layanan.

Garuda menghasilkan laba operasional sebesar 147 juta US Dollar pada tahun 2019, sebuah perubahan dari kerugian 199 juta US Dollar pada tahun 2018.

Pendapatan naik 5,6% menjadi 4,57 miliar US Dollar. Garuda juga mendapat keuntungan bersih mencapai 7 juta US Dollar pada 2019, membalikkan kerugian 232 juta US Dollar pada 2018. (IH)

Share :
You might also like