Perdopsi Berikan Strategi dalam Pencegahan Corona di Pesawat

Jakarta, airmagz.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (Perdopsi) menganjurkan aturan kelengkapan persyaratan kesehatan bagi para penumpang yang harus dipersiapkan dari luar bandara. Hal ini menjadi bagian dari rekomendasi Perdopsi untuk mencegah kebijakan penularan virus corona di area bandara dan pesawat.

“Calon penumpang yang jelas-jelas tidak memenuhi syarat seharusnya sudah tersaring sebelum masuk bandara,” kata Ketua Pengurus Pusat Perdopsi, Wawan Mulyawan dalam keterangannya, Senin (18/5).

Oleh karenanya, Perdopsi mengimbau maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan call center demi melengkapi persyaratan kesehatan agar menghindari adanya kerumunan penumpang.

Tak hanya itu, Perdopsi juga menganggap para maskapai tak perlu membatasi jumlah kursi pesawat. Mereka menganjurkan kepada para pelaksana agar menyediakan faceshield, glass safe, dan masker sebagai solusi untuk menerapkan protokol kesehatan.

Perdopsi menambahkan, maskapai juga perlu menyediakan beberapa kursi di baris belakang sebagai wadah karantina penumpang sebagai antisipasi apabila penumpang terpapar corona.

“Akan lebih efektif daripada menyediakan hanya 50-70 persen kursi penumpang seperti disarankan beberapa pihak,” ucap Wawan.

Wawan menambahkan, maskapai juga perlu membuat tutorial online untuk awak kabin maupun penumpang demi mencegah penularan corona, termasuk penanganan karantina di dalam pesawat.

Di samping itu, dalam penerbangan juga akan diikutsertakan tenaga kesehatan di pesawat baik spesialis kedokteran penerbangan (SpKP), dokter umum terlatih penerbangan dan memahami pencegahan penularan Covid-19, atau perawat terlatih.

“Maskapai secara ketat memantau kru pesawat dan awak kabin dalam melakukan physical distancing sebelum dan sesudah penerbangan,” katanya.

Wawan mengatakan tak bisa dipungkiri bahwa pesawat merupakan moda transportasi paling aman dan tercepat saat ini, sehingga sangat dibutuhkan di masa pandemi.

“Moda transportasi udara mempunyai kelebihan khusus dalam mempercepat pergerakan manusia dan logistik selama masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Atas dasar itulah, Perdopsi meminta pencegahan maksimal di area bandara dan kabin pesawat terkait Covid-19. Sehingga, Perdopsi meminta Menteri Kesehatan memperkuat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

Salah satu langkah penguatan KKP adalah dengan menambah jumlah personil pengecekan dan pemantauan kesehatan, serta meningkatkan kompetensi personel KKP. Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara bekerja sama dengan relawan yang kompeten atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Selain itu, menambah peralatan medis, melakukan penegakan hukum bagi pelanggar physical distancing baik penumpang maupun petugas bandara,” kata Wawan.

Otoritas bandara juga dianjurkan untuk wajib menyiapkan tempat cuci tangan dan secara tegas menindak pelanggar aturan.

Share :
You might also like