Diduga Terpapar Covid-19 dari OTG, Warga Sikalang dan Pemilik Warung di Sawahlunto Jalani Tes Swab

Sawahlunto, airmagz.com -Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Covid-19 Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, lakukan swab pengambilan sampel lendir hidung dan tenggorokan terhadap 84 warga Desa Sikalang dan 30 pemilik warung di Sawahlunto. Mereka diduga kontak dengan dua OTG positif covid-19 berinisial “ES” pensiunan BUMN, dan “YH” karyawan penyalur barang harian (kamfas) yang beraktifitas di kota tambang ini.

Sumber terpecaya Gugus Tugas Covid-19 Sawahlunto menyebutkan, 84 warga Desa Sikalang itu terindikasi kontak dengan “ES” seorang pensiunan BUMN yang berdiam di desa setempat setelah dinyatakan positif covid-19 berdasarkan sampel swab lendir hidung dan tenggorokan, hasil uji Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand.

Sedangkan 30 orang lainnya merupakan irisan hasil pelacakan kasus “YH” yang dinyatakan positif tertular covid-19 di Kabupaten Dharmasraya. “YH” ini merupakan karyawan sebuah perusahaan penyalur barang harian yang beraktifitas bisnis di Kota Sawahlunto.

“Hasil tracing yang kami lakukan, terdapat 9 pemilik kedai atau pedagang kebutuhan harian di Kecamatan Silungkang, 13 pemilik kedai di Kec.Lembah Segar, 4 pemilik kedai masing-masing di Kecamatan Talawi dan Kecamatan Barangin yang sempat kontak langsung dengan terkonfirmasi covid-19 saudara “YH” yang kini dikarantina di Kabupaten tetangga” ungkap Adri Yusman, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kota Sawahlunto,Selasa (26/5).

Lebih jauh diutarakannya, sebelumnya diberitakan ada dua warga yang positif covid-19 yakni “ES” dan “DC” pada malam Idul Fitri (24/5), berita itu dilansir setelah pihak laboratorium Unand menyampaikan ke Pemko dan Gugus Tugas Covid-19 bahwa sampel yang dikirimkan menyatakan “ES” dan “DC” positif terinfeksi covid-19.

Menyikapi kondisi itu, malam itu juga tim Covid-19 langsung bergerak cepat menyemput kedua warga tersebut “ES” ditemukan sedang rapat di sebuah tempat ibadah bersama 10 teman kontaknya, sementara “DC” sedang berada dikediamannya komplek sebuah perumahan BUMN, untuk masuk karantina di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT), Sei Durian, Kecamatan Barangin.

Namun ada persoalan, dikatakan Adri Yusman, 10 warga yang ikut rapat dengan “ES” sebelumnya tak ikut dibawa ke BDTBT, namun mereka takut pulang kerumah masing-masing sehingga sekitar pukul 05.00 wib mereka dibawa kepusat karantina BDTBT dan disediakan satu kamar untuk satu orang ditengah kondisi persiapan konsumsi belum tersaji dengan baik karena saat itu  bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Karena keterbatasan petugas dalam pengawasan di pusat karantina serta suplai konsumsi masih sangat terbatas, dan berdasarkan pertimbangan tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Kepala Desa Sikalang Edi Narwin Daulai ke 10 warga tersebut dipindah karantikan dari BDTBT untuk di isolasi mandiri ke Gedung TPA/TK Sikalang yang kebutuhan karantinaya dibiayai pihak Desa ditambah dana swadaya masyarakat setempat.

Kades Bantah Lockdown

Kepala Desa Sikalang Edi Narwin Daulai saat dihubungi airmagz.com melalui jaringan telepon, Selasa (26/5) siang membenarkan ke 10 warga yang sebelumnya dibawa ke pusat karantina BDTBT di isolasi mandiri di TPA/TK Desa Sikalang dengan kebutuhan konsumsinya dibiayai desa dan bantuan swadaya masyarakat setempat.

Edi Narwin menyebutkan, ke 84 orang yang diduga kontak dengan “ES” itu sudah termasuk keluarganya sendiri. Mengantisipasi adanya penyebaran virus  warga tersebut harus dilakukan tes swab di BDTBT. Sementara pemerintahan desa bersama tokoh masyarakat mengambil kebijakan penting untuk memutus rantai covid-19 dengan cara memperketat pengawasan aktifitas warga desa tidak dibenarkan berlalulalang keluar masuk Desa Sikalang.

Warga diminta untuk sementara tidak menerima tamu sebelum hasil swab ke 84 orang keluar, tujuannya untuk kebaikan bersama. Jika ini dilakukan, resikonya besar, bisa tamunya terpapar kemudian dia bawa keluar sehingga menurut Edi Narwin, seandainya anggap saja 84 orang ini dipastikan positif covid-19, maka yang bertamu bisa terpapar lalu kemudian membawanya keluar, bukan tak mungkin akan menularkan lebih banyak sehinga Sawahlunto bisa jadi lautan covid.

Pertimbangan dan tindakan ini di sampaikan Edi Narwin ke Wako Deri Asta  dan Kapolres AKBP Junaidi Nur. Beliau menurut Edi ternyata membolehkan adanya kebijakan pengetatan check point mandiri yang dibuat pemerintahan dan warga desa sejauh tetap mengikuti protokol yang ada baik di tingkat Kota Sawahlunto mapun Provinsi Sumbar.

Terkait masalah pemberitaan Desa Sikalang lockdown itu bukanlah pernyataan dia. “Saya tak ada mengeluarkan pernyatan lockdown kesiapapun juga. Yang ada adalah bagaimana kami berupaya memperketat pintu masuk dan keluar dalam mengurangi aktifitas warga keluar rumah. Saya mohon tolong luruskan berita ini sehingga jangan sampai membingungkan masyarakat. Kami hanya melakukan PSBB selektif ” ungkap Edi.

Walikota Deri Asta sebagaimana dikutip dari Sekretaris Gugus Tugas Adri Yusman mengapresiasi upaya antisipasi cepat yang dilakukan Pemdes bersama masyarakat Sikalang. Informasinya sudah tepat bukan lockdown seperti yang viral dalam pemberitaan tapi PSBB Selektif, sebab kalau lockdown semuanya benar benar terkunci.(IYD).

Share :
You might also like