Hasil Uji Labor FK Unand, Swab 141 Warga Sawahlunto Negatif Covid-19

Sawahlunto, airmagz.com – Laboratorium Biomedik (Riset Terpadu) Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Padang,  Sumatera Barat, kembali merilis hasil sampel swab lendir hidung dan tenggorokan 141 warga Sawahlunto yang diguga terpapar dari pasien positif covid-19 “ES”, “DC” dan “YH” seorang penyalur barang kebutuhan harian (kamfas) dinyatakan negatif covid-19. Sebelumnya, 140 sampel swab yang diambil 26 Mei 2020 juga telah dinyatakan negatif.

Hal itu dikemukakan Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Corona Virus Covid-19 yang juga Kpala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB, Yasril,SKM,MM yang dikonfirmasi airmagz.com melalui saluran telepon genggam petang tadi, Selasa (2/6).

Yasril mengatakan, kecuali dua pasien “ES” dan “DC” hingga kini masih belum diketahui hasilnya apakah negatif atau tetap masih positif. Sebab tadi pagi sampel swab lendir hidung dan tenggorokan terbaru dari kedua pasien warga Sawahlunto itu diambil kemudian langsung diantar ke laboratorium FK Unand. Berkemungkinan besar hasilnya diketahui esok hari dan berharap Insya Allah hasilnya juga negatif.

“Alhamdulillah, bersyukur kita kepada Alloh Subhanahuwataala semua yang diswab hari Rabu tanggal 27 Mei 2020 lalu hasilnya dinyatakan negatif covid-19, kecuali yang dua orang yakni ES dan DC sampel swab terbarunya tadi pagi baru diambil dan langsung diantar ke Laboratorium Biomedik Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand.” Tuturnya, sambil berharap kondisi “ES” dan “DC” mengalami hal serupa terbebas dari infeksi covid-19.

Terkait kasus kematian dua orang PDP berasal dari Kecamatan Lembah Segar dan Kecamatan Barangin tadi pagi, Selasa (2/6) disampaikan Yasril, berdasarkan hasil rapid tes dengan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona keduanya di indikasikan terserang covid-19. Tetapi, untuk mendapatkan kepastiannya, pihak Gugus Tugas Covid-19 Sawahlunto kini masih menunggu hasil uji laboratorium FK Unand terhadap sampel swab almarhum yang diantar tadi siang. “Proses pemakamannya sesuai prosedur protokol covid-19” tanbah Yasril.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Adri Yusman,S.Sos,MM yang dihubungi terpisah mengemukakan hal yang sama. Menurut dia, kabar menggembirakan tersebut menjadi alasan positif terhadap pola penanganan memutus mnata rantai penyebaran covid-19 yang efektif dan terkoordinasi dilapangan, terutama dengan di berlakukannya kebijakan pengetatan warga dari luar yang masuk kota di pos pemeriksaan pintu masuk Kota Sawahlunto.

Melihat kondisi yang ada, sebut Adri Yusman, berkemungkinan besar opsi menuju tatanan new normal setelah berakhirnya PSBB tahap ke tiga dapat dilakukan Pemko Sawahlunto yang sudah sudah siap untuk melaksanakannya, selain pertimbangan hasil tracking/tracing (pelacakan) atas warga yang terpapar akibat kontak dengan warga positif dapat dilakukan dengan baik. Hanya saja yang perlu ditekankan adalah bagaimana penegakan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan lebih ditingkatkan.

“Hasil rapat koordinasi Gugus Tugas Covid tadi siang dipimpin Wako Deri Asta yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 diantaranya menyimpulkan, bahwa secara prinsip Pemko Sawahlunto siap untuk melaksanakan tatanan new normal produktif dan aman covid-19. Untuk lebih lengkapnya Pemko akan mengeluarkan surat edaran dalam waktu dekat berekumngkinan tanggal 8 Juni.” Katanya.

Siswa Mulai Sekolah

Berkaitan tentang rencana dimulainya aktifitas pendidikan berbagai sekolah kembali berjalan normal menurut Adri Yusman akan dilakukan mulai tanggal 8 Juni 2020 nanti, namun ini terbatas untuk kalangan tenaga pendidik dan tenaga tata usaha dengan alasan pada saat itu hingga pada tanggal 13 Juni mendatang aktifitas sekolah lebih dominan terhadap proses penerimaan murid baru tahun ajaran 2020/2021. Khusus untuk kegiatan belajar siswa akan berlangsung pada  Sabtu 13 Juni 2020.

Untuk kegiatan belajar siswa nantinya Dinas Pendidikan akan merancang mekanisme tersendiri, misal jika dalam satu lokal ada 20 siswa maka separuhnya masuk hari senin yang 10 lainya masuk selasa, sistim inilah nantinya yang akan dilakukan Disdik termasuk membuat SOP yang lebih ketat contoh, siswa tidak dibenarkan menaiki ojek sembarangan,  tapi ada kebijakan untuk diantar orang tuanya, kemudian jam belajar dikurangi dan tidak ada jam istirahat serta meniadakan belajar shift.

Menyoal beriabad di Mesjid dan Mushalla Pemko akan mengambil kebijakan mengacu pada ketentuan Kementerian Agama dalam menghadapi pandemi ini. Setiap mesjid bisa memperoleh rekomendasi aman dari covid-19 . Untik itu pengurus mesjid diminta mengajukan surat rekomendasi ke Gugus Tugas Covid-19 untuk menyatakan rumah ibadah tersebut aman dari covid untuk digunakan.

Jika pengurus mesjid tak bisa menegakan aturan covid-19 seperti ada jemaah yang tidak menggunakan masker, tidak melakukan ukur suhu tubuh, tidak mengikuti protokol lainnya, maka surat rekomendasi yang diberikan bisa dicabut kembali. Gugus Tugas Covid menekankan agar jarak antara jemaah dimasa pandemi perlu diatur sesuai regulasi Kemenag,  tidak seperti dimasa normal sebelum covid dan menurut ajaran Islam yang mengharuskan syaf rapat.

Di sampaikan Adri Yusman, setelah berakhirnya PSSB tahap ke tiga nanti pada tanggal 7 Juni mendatang, Pemko akan memberlakukan kebijakan seluruh check pint  diberbagai penjuru pintu masuk Sawahlunto yang dijaga petugas akan dilonggarkan. “Saat pemberlakukan new normal, kami akan mencoba seluruh pos dipintu masuk Sawahlunto akan dilonggarkan, tidak seketat yang dilakukan sat ini.” Sebutnya.(IYD)

Share :
You might also like