Ini Informasi yang Paling Sering Ditanya Masyarakat Terkait Penerbangan Selama Pandemi COVID-19

Jakarta, airmagz.com – Selama pandemi COVID-19 terjadi, sejumlah prosesur dijalabkab di bandara PT Angkasa Pura II. Bandara Soekarno-Hatta bisa jadi yang paling banyak menjalankan berbagai prosedur penerbangan di tengah pandemi COVID-19.

Setidaknya ada lima hal yang sering ditanyakan penumpang pesawat terkait ketatnya pelaksanaan aturan selama pandemi virus corona.

Menurut EGM of Airport Service Division PT Angkasa Pura II Anindita Galuh Wardhani pada Mei 2020 ada sekitar 6.000 pertanyaan yang disampaikan tentang berbagai hal di antaranya mengenai prosedur di bandara AP II di tengah pandemi.

“Secara umum, terdapat 5 informasi yang paling sering ditanyakan mengenai prosedur tersebut,” ujar Anindita.

Berikut 5 besar pertanyaan terkait prosedur di bandara di tengah pandemi COVID-19 yang paling sering ditanyakan kepada PT Angkasa Pura II, sekaligus penjelasan singkat guna informasi bagi masyarakat:

Pertama, bagaimana prosedur kedatangan WNI dan WNA dari luar negeri?
Sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020, prosedur yang harus dijalani penumpang pesawat internasional ketika tiba di bandara adalah:
Pemeriksaan kesehatan tambahan:
Wawancara
Pemeriksaan suhu, tanda dan gejala COVID-19
Pemeriksaan saturasi oksigen,
Pemeriksaan rapid test dan/atau PCR (bagi yang tidak membawa health certificate dengan hasil PCR negatif yang masih berlaku).

Kedua, bagaimana prosedur karantina bagi penumpang dari luar negeri?
Sesuai SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020, ditetapkan dua prosedur yaitu, WNI dengan hasil rapid test non-reaktif dilakukan karantina di tempat/fasilitas karantina yang disiapkan oleh pihak pemerintah mau pun pihak lainnya. Fasilitas transportasi dari bandara ke fasilitas karantina disiapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Karantina berlangsung sampai didapatkan hasil pemeriksaan PCR (jika dilakukan di tempat/fasilitas karantina) negatif COVID-19, atau hasil pemeriksaan ulang Rapid Test pada hari ke-7 sampai 10 non-reaktif.

Selain itu, WNI dengan hasil rapid test reaktif atau hasil pemeriksaan PCR positif COVID-19, dirujuk ke RS Darurat/RS Rujukan.

Ketiga, bagaimana prosedur penerbangan domestik?
Mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No. 05/2020, di mana yang boleh melakukan perjalanan di rute domestik adalah mereka yang masuk di dalam kategori pengecualian dengan menunjukkan dokumen antara lain, Surat tugas bagi pegawai BUMN/BUMD/UPT/Satker/Organisasi nonpemerintah/lembaga usaha, menunjukkan surat keterangan uji tes RT-PCR (hasil negatif) yang berlaku 7 hari atau rapid test (hasil non-reaktif) yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan
Dan terakhir, menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influenza-like illness) dari dokter RS/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test/rapid test. Sejalan Pergub DKI No. 47/2020, penumpang tujuan Jabodetabek yang mendarat di Soekarno-Hatta juga diminta memiliki SIKM.

Keempat, apa saja prsyaratan penerbangan ke luar negeri?
Bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri saat ini tidak diatur protokol secara khusus di bandara keberangkatan (origin), namun demikian calon penumpang diharapkan memperhatikan prosedur berlaku di bandara kedatangan (destination) dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan di negara tersebut.

Dan kelima, apa yang dilakukan PT Angkasa Pura II dalam pencegahan COVID-19?
PT Angkasa Pura II bersama stakeholder lainnya berkoordinasi intensif menjalankan prosedur yang ditetapkan pemerintah guna mengedepankan serta memperketat protokol kesehatan dan kebersihan di bagi setiap pengunjung dan penumpang pesawat.
PT Angkasa Pura II juga mengaktifkan thermal scanner, melengkapi personel dengan thermo gun, menyediakan lebih banyak hand sanitizer di bandara, mewajibkan penggunaan masker, melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di bandara dan bagasi penumpang.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi melalui media yang kami miliki mengenai ketentuan yang berlaku di tengah pandemi COVID-19. Secara lengkap, masyarakat juga bisa mengetahui detail mengenai ketentuan yang ada di surat edaran yang diterbitkan pemerintah,” ujar Anindita. (SS)

Share :
You might also like