AirAsia Mundurkan Lagi Rencana Terbang 8 Juni Dengan Berbagai Pertimbangan

Jakarta, airmagz.com – Pelonggaran aturan Kementerian Perhubungan bagi masyarakat yang akan menggunakan pesawat terbang, tak serta-merta memudahkan maskapai penerbangan untuk kembali beroperasi. AirAsia Indonesia misalnya, memperpanjang penghentian operasi.

Sebelumnya maskapai penerbangan tersebut merencanakan akan terbang kembali mulai 8 Juni 2020. Tapi Corporate Secretary AirAsia Indonesia, Indah Permatasari Saugi, mengatakan penundaan tersebut dilakukan karena berbagai pertimbangan.

“Perseroan menyampaikan informasi mengenai penyesuaian rencana pengoperasian kembali penerbangan berjadwal dikarenakan alasan operasional,” kata Indah dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/6).

Faktor lain yang menyebabkan ditundanya rencana terbang kembali, lanjutnya, adalah adanya perpanjangan masa pembatasan sosial di beberapa wilayah dan semakin ketatnya ketentuan penerbangan yang menyebabkan demand atas layanan penerbangan berjadwal belum juga membaik.

Menurutnya, layanan penerbangan reguler AirAsia Indonesia akan menyesuaikan pengoperasian penerbangan berjadwal rute internasional dan domestik secara bertahap, dan direncanakan akan dimulai pada tanggal 19 Juni 2020. Itu pun masih terbatas pada rute tertentu.

“Perseroan dapat kembali mengoperasikan penerbangan secara terbatas jika dinilai memungkinkan,” lanjut Indah, seperti dilansir Kumparan.

AirAsia Indonesia mengaku, calon penumpang yang terdampak oleh perubahan rencana terbang ini telah menerima pemberitahuan pembatalan beserta informasi pilihan kompensasi melalui email dan SMS yang terdaftar saat pembelian tiket.

Menurut Indah, Perseroan tetap berkomitmen untuk melayani penerbangan charter penumpang dan kargo baik untuk kebutuhan perjalanan pemerintah, swasta, organisasi, maupun komunitas masyarakat ke berbagai destinasi domestik dan internasional dengan persetujuan dari otoritas terkait.

Maskapai penerbangan tersebut juga terus memantau perkembangan situasi dan akan melakukan langkah antisipasi yang diperlukan untuk mempersiapkan dimulainya kembali layanan penerbangan sesegera mungkin setelah situasinya memungkinkan. (SS)

Share :
You might also like