Kargo Tech Tawarkan Peluang Bisnis untuk Korban PHK

Jakarta, airmagz.com – Kargo Tech, startup penyedia layanan logistik di Indonesia menawarkan solusi dan potensi bisnis logistik di tengah pandemi Covid-19, khususnya bagi yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibta pandemi.

Dalam keterangan resmi yang diterima airmagz.com, Selasa (30/6/2020), Tiger Fang, CEO Kargo Tech, mengungkapkan pihaknya memberikan peluang bisnis bagi para pekerja yang baru di PHK sebagai mitra transporter di Kargo Tech.

“Kesempatan menjadi self-preneur di Kargo Tech ini terbuka bagi semua orang, hanya dengan memiliki mobil truk dan siap menerima pesanan dari pelanggan Kargo Tech, para self-preneur Indonesia dapat meniti bisnis di bidang logistik,: ungkap Tiger Fang.

Foto: Tiger Fang, CEO Kargo Tech/Dok. Kargo Tech/Istimewa

Menurutnya, kesempatan yang menarik ini seiring dengan meningkatnya permintaan pengiriman barang, dengan truk kecil atau truk jenis CDD (Colt Diesel Double) dan CDE (Colt Diesel Engkel).

“Di masa pandemi ini, kami melihat peningkatan permintaan untuk truk CDD dan CDE untuk pengiriman hingga 10 kali lipat dibandingkan periode normal. Tipe-tipe truk ini sangat populer untuk mengirim barang dari pabrik ke pabrik, dan juga pengiriman ke toko karena ukuran yang praktis namun mampu untuk memuat barang dengan berat hingga 2 – 4 ton, serta mudah untuk mengakses jalan kecil tanpa harus mengkhawatirkan regulasi pembatasan jam lewat,” kata Tiger Fang, CEO Kargo Tech.

Ia menuturkan, Kargo Tech adalah startup Indonesia yang mengedepankan kemudahan pengiriman barang bagi perusahaan, produsen, dan pengirim hanya dengan memilih dan menyewa truk berdasarkan kebutuhan mereka.

Solusi Pembiayaan

Tiger Fang juga menyatakan, selain kesempatan menjadi self-preneur di bisnis logistik, rekanan transporter juga dapat menikmati program Smart Financing Solution, yang merupakan program pembiayaan dari Kargo Tech berupa dana bantuan operasional logistik sebesar 1 juta US Dollar.

“Dana ini dapat digunakan oleh mitra transporter sebagai bantuan modal di tengah pandemi Covid-19, mitra transporter atau pemilik truk biasanya membutuhkan modal awal untuk memulai pengiriman, seperti biaya bensin, uang saku sopir, dan biaya pemeliharaan kendaraan yang biasanya perlu dikeluarkan di muka,” tuturnya.

Share :
You might also like