Pompa Energi Surya CSR Bukit Asam, Bikin Petani Sawahlunto Tanam Benih Serentak

Sawahlunto, airmagz.com – Pompa irigasi energi sinar surya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam Tbk, mampu membangkitkan semangat petani Sawahlunto untuk kembali ke sawah di tengah pandemi covid-19.

Hal ini karena lahan yang mereka garap tidak lagi merupakan sawah tadah hujan, tetapi telah dialiri air yang dipompakan dari Batang Ombilin dengan biaya jauh lebih murah.

Berdasarkan pantauan airmagz.com dilapangan, Selasa (7/7/2020), hamparan sawah yang sebelumnya tidak tergarap maksimal karena keterbatasan sumber air. Kini semua lahan seluas lebih 50 hektare di Sawahlunto, sudah ditanami padi varietas lokal yang mereka beri nama “bujang putih” dengan masa panen 3 hingga 4 bulan.

Bu Jufrida, petani setempat yang berhasil diwawancarai airmagz.com menyebutkan, dia bersama kelompok tani lainnya sudah memulai menyebar benih sejak Sabtu 5 Juni 2020 secara serentak. Sebelum ada pompa yang digerakan energi surya ini, para petani selalu bertikai menggarap lahan ada yang menanam ada yang belum, alias tidak serentak.

Menurutnya, untuk varietas, mayoritas petani menanam jenis padi “bujang putih” dan “padi gadang serumpun”. Dengan masa panen sekitar 3 hingga 4 bulan. khusus benih yang saat ini telah disebar, diperkirakan masa panen raya sekitar awal Oktober 2020.

“Insya Allah jika musuh utama hama tikus tidak menyerang. Terima kasih PT BA yang membantu kami dengan pompa tenaga surya ini, dengan ini kami mampu meningkatkan produksi gabah. Untuk penguatan ekonomi keluarga dan menuju Sawahlunto swasembada beras,” tutur Jufrida, lugas.

Riki Amriadi, Erwin Rajo Garang, Ketua Pemuda Nagari Talawi, mengemukakan hal yang sama. Sebelum ada pompa sinar surya bantuan PT BA kelompok tani yang ada di daerah setempat hanya mampu menanam dan panen sekali setahun karena sawah tadah hujan. Semenjak ada pompa, para petani kesawah dan panen 2 bahkan bisa 3 kali dalam setahun karena air sudah mencukupi.

“Kami bersepakat, jika nanti panen raya kami akan undang PT Bukit Asam, Pemko Sawahlunto, sekalian Pak Gubernur, karena saat peresmian mereka semua hadir. Sekarang kamai ajak menyaksikan hasil panen kami.” ungkap Riki dan Erwin, yang sebelumnya nmereka adalah penambang menyatakan serius menggeluti usaha tani ditengah pandemi covid-19 sekarang.

Kapasitas Pompa Enegi Surya

Tokoh masyarakat setempat Syafnil Malin Kayo, pensiunan Direktur PDAM Sawahlunto yang banyak mengetahui pembangunan pompa energi sinar surya bantuan CSR PT BA ini mengemukakan, secara teknis dari 98 panel sinar surya yang terpasang menghasilkan 18 ribu watt setrum untuk mengalirkan air 10 liter perdetik ke bak penampung dengan elevasi ketinggian sekitar 50 meter dengan panjang pipa 800 meter.

Bila dibandingkan dengan pemakaian listrik komersial, maka pompa energi tenaga surya ini bisa menghemat sekitar Rp200 ribu sehari atau Rp6 juta perbulan. Selain efektifitas dan biaya perawatannya juga minim. Sebelumnya, kami harus merogoh kocek untuk biaya opertasional pompa listrik tersebut. Sejak mulaim di operasikan Agustus tahun lalu, sampai hari ini tak ada masalah dan pendistribusian air lancar bahkan surplus melebihi kebutuhan.

“Sekarang yang dapat dialiri air saat ini baru 30 hektar, sisasnya masih belum bukan karena kekurangan debit air tapi disebabkan masih kurangnya pembuatan saluran irigasi sebagai pembagi air dari bak penampung utama. Insya Allah Kepala Desa sudah merencanakan untuk penambahan jaringan distribusi tersier untuk sawah-sawah yang belum teraliri.”tambah Syafnil.

Semenjak diresmikan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Dirut PT Bukit Asam Arviyan Arifin 8 Agustus 2019 silam, pompa yang digerakan oleh energi sinar surya ini banyak dikunjungi kalangan akademisi, Pemda luar Sawahlunto, dan kalangan kelompok petani lain. Warga petani minta, dapat diberikan pelatihan bercocok tanam dengan hasil berlimpah.

Senio Manager Asset, Umum dan Balitas Venpri Sagara, didampingi GM UPO Yulfaizon beberapa hari lalu mengemukakan apresiasinya terhadap masyarakat petani Desa Talawi Hilir yang mampu memanfaatkan bantuan CSR PT Bukit Asam Tbk tersebut dengan baik untuk menunjang hasil produksi swasembada beras di Sawahlunto.

PT BA sebagai bagian dari masyarakat Sawahlunto akan tetap peduli dan membantu penguatan ekonominya serta fasilitas lain untuk kepentingan publik melalui dana CSR. Diharapkan dengan kepedulian itu masyarakat Sawahlunto lebih merasa memiliki PT BA sebagai bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah. Dan menyatakan PT BA siap hadir diacara panen raya nanti. (IYD)

Share :
You might also like