Update 8 Juli 2020, 1.151 WNI di Luar Negeri Terinfeksi Covid-19

Jakarta, Airmagz.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebutkan Warga Negara Indonesia (WNI) terinfeksi Covid-19 di luar negeri mencapai 1.151 orang, hingga Rabu (8/7/2020).

Adapun, kasus WNI positif Covid-19 paling banyak berada di Arab Saudi. Hal itu disampaikan Kemlu melalui akun twitter resminya @ Kemlu_RI, pada Rabu (8/7/2020). Sebagaimana dilansir Infopublik.id.

Kasus WNI positif Covid-19 bertambah 11 orang masing-masing di Arab Saudi (9 WNI), Qatar (1 WNI), dan Korea Selatan (1 WNI).

Sejumlah tujuh WNI dinyatakan meninggal di Arab Saudi dan ada dua WNI yang telah dinyatakan sembuh di Arab Saudi.

Dengan demikian, total kumulatif WNI terpapar Covid-19 di luar negeri menjadi 1.151 orang di 45 negara yang terdiri dari 754 sembuh, 84 meninggal, dan 313 dalam perawatan.

Rincian kasus WNI di luar negeri terinfeksi Covid-19:
  1. Amerika Serikat: 81 WNI (48 sembuh, 17 stabil, 16 meninggal)
  2. Arab Saudi: 173 WNI (52 sembuh, 80 stabil, 41 meninggal)
  3. Australia: 2 WNI (stabil)
  4. Bahrain: 1 WNI (sembuh)
  5. Bangladesh: 1 WNI (stabil)
  6. Belanda: 8 WNI (3 sembuh, 1 stabil, 4 meninggal)
  7. Belgia: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)
  8. Brunei Darussalam: 5 WNI (sembuh)
  9. Chile: 1 WNI (stabil)
  10. Ekuador: 1 WNI (sembuh)
  11. Ethiopia: 1 (sembuh)
  12. Filipina: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)
  13. Finlandia: 1 WNI (sembuh)
  14. Hong Kong: 2 WNI (stabil)
  15. India: 75 WNI (sembuh)
  16. Inggris: 20 WNI (17 sembuh, 3 meninggal)
  17. Irlandia: 1 WNI (sembuh)
  18. Italia: 3 WNI (sembuh)
  19. Jepang: 2 WNI (sembuh)
  20. Jerman: 12 WNI (7 sembuh, 4 stabil, 1 meninggal)
  21. Kamboja: 3 WNI (2 sembuh, 1 stabil)
  22. Kanada: 4 WNI (stabil)
  23. Maladewa: 1 WNI (stabil)
  24. Makedonia Utara: 1 WNI (sembuh)
  25. Meksiko: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)
  26. Mesir: 1 WNI (stabil)
  27. Kazakhstan: 1 WNI (sembuh)
  28. Korea Selatan: 8 WNI (1 sembuh, 7 stabil)
  29. Kuwait: 95 WNI (83 sembuh, 9 stabil, 3 meninggal)
  30. Makau (China): 3 WNI (sembuh)
  31. Malaysia: 167 WNI (47 sembuh, 118 stabil, 2 meninggal)
  32. Oman: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil)
  33. Pakistan: 33 WNI (32 sembuh, 1 stabil)
  34. Prancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)
  35. UEA: 55 WNI (45 sembuh, 5 stabil, 5 meninggal)
  36. Qatar: 96 WNI (68 sembuh, 27 stabil, 1 meninggal)
  37. Rusia: 19 WNI (sembuh)
  38. Singapura: 52 WNI (47 sembuh, 3 stabil, 2 meninggal)
  39. Spanyol: 13 WNI (sembuh)
  40. Swedia: 1 WNI (stabil)
  41. Taiwan: 3 WNI (sembuh)
  42. Thailand: 1 WNI (sembuh)
  43. Turki: 2 WNI (1 sembuh, 1 meninggal)
  44. Vatikan: 8 WNI (sembuh)
  45. Vietnam: 1 WNI (stabil)
  46. Kapal Pesiar: 180 WNI (154 sembuh, 21 stabil, 5 meninggal)
Jamaah Tabligh

Sebelumnya, Kemlu mengungkap data WNI jamaah tabligh yang masih berada di luar negeri.

Dari 1.172 WNI jamaah tabligh, telah kembali sejumlah 408 orang, sedangkan yang masih berada di luar negeri 764 orang.

“Penanganan jemaah tabligh WNI dari total 1.172 tabligh di 11 negara, sejauh ini 408 orang telah kembali ke Tanah Air. Sehingga yang masih berada di luar negeri adalah 764 orang,” kata Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu Andy Rachmianto.

Selain itu,  jumlah WNI anak buah kapal (ABK) yang telah kembali ke Tanah Air sejumlah 24 ribu lebih. Mereka kembali dengan repatriasi mandiri.

WNI di Oman

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat melaporkan telah berhasil memfasilitasi kepulangan 180  WNI dan 1 WNA pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) di Oman.

Duta Besar Indonesia untuk Kesultanan Oman, Musthofa Taufik Abdul Latif, mengatakan para WNI dan seorang WNA tersebut kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia A-330 300.

“Rombongan repatriasi kali ini terdiri dari berbagai latar belakang, seperti pekerja migran  formal yang mengalami pemutusan kontrak kerja maupun unpaid leave, WNI yang tertunda kepulangannya hingga WNI yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK),” urainya.

Sejak 29 Maret 2020, pemerintah Oman menghentikan semua penerbangan reguler domestik dan internasional dalam rangka pencegahan Covid-19 dan sampai saat ini belum dibuka kembali. (Infopublik.id/EB/TM)

Share :
You might also like