Indahnya Puncak Cati, Imagining a Memorable Journey

Sijunjung, airmagz.com- Kilauan kemakmuran seakan terpendam disetiap sudut Nagari Kandang Baru, cahaya menuntun masa depan dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Sabtu (25/7).

Para petani terlihat berada disawah dan ladang mencari nafkah dengan cara yang dilakukan nenek moyang mereka sejak ratusan tahun silam.

Mereka sibuk merancah sawah dan menyemai bibit tanda dimulainya musim tanam, sementara petani kebun hilir mudik mengangkut hasil ladang berupa karet, cokelat, dan sawit.

Disudut lain, sekelompok anak muda dari komunitas Pokdarwis “Puncak Cati” terus  menyemai harapan ditengah cerita atmosfer panorama alam Puncak Capang Tigo (Cati) nan indah  yang kini terkenal karena menakjubkan.

Mereka mengajak airmagz naik ke puncak dengan ketinggian 519 meter diatas permukaan laut ini, seiring matahari yang mulai merangkak turun dari puncak-puncak bukit barisan.

Meski sempat ngos-ngosan dan kalah cepat dijalur tanjakan, akhirnya saya dan anak muda creativepreneur ini sampai juga di Puncak Cati, kagum. amazing !! Subhanallah, kuasa Allah, memberi keberuntungan bagi Nagari Kandang Baru.

Sekilas Puncak Cati

Objek destinasi Puncak Cati dikelola kalangan milenial creativepreneur yang berikrar ingin  menjadikan nagarinya sebagai desa wisata populer yang  memberi efek ekonomi bagi masyarakatnya.

Mereka bernaung dibawah Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Puncak Capang Tigo, serta mendapat dukungan penuh Pemerintah Nagari Kandang Baru dan kalangan tokoh agama dan adat.

Walinagari Muharlim, kepada airmagz, Puncak Cati akan dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu memberi nilai ekonomi bagi masyarakatnya, terutama kalangan remaja yang belum meraih pekerjaan tetap.

Desa Kandang Baru memiliki dua destinasi wisata, pertama kolam pemandian yang cukup representatif dan permanen, kemudian Puncak Cati yang kini sudah branding didunia maya dan kuping para pecinta alam.

Berwisata ke nagari ini sangat nyaman dan aman, warganya yang ramah dan santun akan melindungi setiap pengunjung menikmati kedua ikon desa wisata tersebut.

Hanya saja, menurut Walinagari Muharlim, Pemuka adat Dt.Panghulu Batuah dan Ketua Pokdarwis Isla Bin Nasrullah, para  pengunjung tidak dibenarkan melakukan perbuatan dilarang agama dan adat istiadat setempat, serta bebas dari narkoba.

Puncak Cati, berjarak sekitar 3,5 km dari pinggir jalan lintas Sumatera. Hanya satu jalur jalan menuju  kepuncak dengan melewati kolam pemandian. Dari tempat pemandian, butuh waktu 1,5 hingga 2 jam agar bisa sampai ke Puncak Cati.

Pengunjung harus bersedia merogoh kocek Rp 5 ribu sebagai biaya tiket untuk menikmati kedua objek wisata pemandian dan Puncak Cati. Sedangkankan biaya parkir dipungut biaya Rp 2 ribu.

Menurut Muharlim, Nagari Kandang Baru memilki 3 jorong (dusun) dengan populasi penduduk sekitar 2,2 ribu jiwa atau 650 Kepala Keluarga.

Untuk membangun kedua objek wisata potensial itu, Pemerintahan Nagari memperoleh bantuan Rp 150 juta  dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI tahun 2019.

Bantuan lain juga diperoleh dari dana Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Bukit Asam Tbk. sebesar Rp 84 juta untuk membangun panorama Puncak Cati,  sehingga bendera holding PT Inalum, badan usaha pelat merah ini ikut berkibar diatas Puncak Cati.(IYD)

Share :
You might also like