Nurman Sulap Kulit Ceker Ayam Jadi Sepatu Keren

Bandung, airmagz.com– Pria asal Bandung Jawa Barat, Nurman Farieka menyulap limbah kulit ceker ayam menjadi bahan baku pembuatan sepatu yang keren dan elegan.

Founder dan Brand Owner Hirka ini pun menyatakan bahwa ide pembuatan sepatu ini berawal dari ayahnya yang pernah meneliti beberapa jenis produk berbahan baku kulit hewan.

Berangkat dari disitu, ditahun 2015 Nurman dan sang ayah melakukan riset terkait pembuatan sepatu berbahan dasar kulit ceker ayam. “Nah ini kita yang pertama di dunia yang membuat produk sepatu dengan bahan baku kulit ceker ayam,” kata dia di Bandung.

Menurut dia, pada tahun kedua, ia melakukan riset khusus produk yang telah dibuat. Tahun ketiga, keempat dan kelima baru melakukan riset market dari produk yang dihasilkan.

Keunikan produk sepatu ini adalah motif antara sepatu kanan dan kiri pastinya berbeda. “Motif antara kanan dan kiri pastinya tidak bisa sama. Jadi antara kanan dan kiri pasti ada perbedaanya. Makanya satu produk ini pasti hanya dimiliki oleh satu orang,” ujar dia.

Ia menjelaskan, dalam memproduksi sepatu ini yang membutuhkan waktu lama adalah saat menyusun motif kulit ceker ayamnya.

Di workshop, jelas dia, dalam waktu satu bulan pekerja bisa memproduksi sekitar 200 pasang sepatu. Untuk menghasilkan 200 pasang sepatu dibutuhkan 1000- 2000 ceker ayam.

Ia menyebut bahwa bahan baku ceker ayam didapat dari pasar, tukang sayur hingga tempat pemotongan ayam.

Menurut dia, konsumen produk sepatu ini bukan hanya dari dalam negeri saja, melainkan dari Hongkong, Perancis, Brazil, Jepang dan beberapa negara lainnya. “Ada beberapa yang retail, ada yang kontinu,” papar dia.

Ia menyatakan bahwa kelebihan dari sepatu ini adalah semakin sering dipakai, maka gradasi warna bahan dasarnya akan semakin terlihat atau keluar. Perawatanya pun cukup mudah. Hanya cukup mengelapnya atau menggosoknya dengan semir sepatu biasa.

Harga sepatu yang ditawarkan pun bervariatif. Untuk tipe casual sekitar Rp 490.000. Selain itu ada pula produk sepatu yang harganya berkisar Rp 1.000.000 sampai Rp 2.200.000.

Nurman mengaku situasi pandemi Covid-19 sedikit berpengaruh kepada penjualan, namun tidak terlalu besar. “Pengaruh tapi gak terlalu kena, karena mungkin kita punya market sendiri. Sebulan kemarin kita ada sekitar 400 sepatu keluar (terjual),” jelas dia.

Untuk lebih meningkatkan penjualan di dalam negeri, pihaknya pun berencana akan menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan kuliner waralaba terkait bidang promosi.

Konsumen juga bisa melihat sepatu unik karya Nurman lewat akun Instagram @hirka.official.

Share :
You might also like