Inilah Strategi Pelaku Industri Jasaboga Hadapi Pandemi

Jakarta, airmagz.com – Sekitar 70 persen bisnis sektor wedding industry mengalami penurunan selama masa Pandemi covid- 19. Dampak yang paling besar dari penyelenggaraan pernikahan ini karena tidak bisa melayani klien atau pasangan calon pengantin sejak diberlakukannya PSBB.

Hal tersebut disampaikan oleh Irwan Iden Gobel selaku Ketua Umum Perkumpulan  Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) usai menggelar rapat pleno PPJI DPP DKI Jakarta di kantor Nendia Primarasa, Jakarta.

Menurutnya, keterpurukan di sektor bisnis penyelenggara wedding terjadi  sejak awal pandemi covid-19 di Indonesia, sekitar Maret, April, hingga saat ini. Banyaknya pihak yang terlibat dalam sebuah penyelenggaraan pernikahan menjadikan pergerakan perekonomian atau perputaran ekonomi berhenti selama pandemi.

“Karena, dalam satu gelaran pernikahan ada banyak orang terlibat. Vendor, pemain musik, penyanyi, penyedia makanan, penyedia jasa gedung, perias pengantin, penyedia jasa busana, dan banyak lagi,” ungkap Irwan.

Ia juga menambahkan, sebelum pandemi  dalam sebulan sebuah usaha cathering bisa melayani klien sebanyak 200 acara. Kini, hanya melayani 20 hingga 60 acara, itupun dalam skala kecil.

“Biasanya, mereka menggelar acara yang berisi paling tidak seribu orang. Kini, hanya skala kecil, karena harus menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” kata Irwan.

Agar sektor penyelenggara pernikahan tetap bergerak, PPJI terus berupaya memberikan pelatihan bagi para anggotanya dengan memberikan pelatihan untuk para penyedia makanan agar mulai bergeser membuat frozen food. Karena ini dinilai sangat masuk di masa pandemi covid-19.

“Gimana caranya bikin frozen food. Kami berikan pelatihannya. Kami menjual makanan di industri wedding sekarang berubah masuk ke retail,” tukasnya.

Selain itu, dalam pelatihan tersebut juga diberikan pengetahuan bagaimana cara menampilkan makanan tersebut untuk dijual melalui online yang didukung dengan tampilan foto yang menarik.

“Kami bekerjasama dengan asosiasi fotografer. Dengan pakai handphone, sangat standard, tetapi bisa menampilkan foto makanan dengan mudah dan bagus,” ujar Irwan.

Hal senada juga disampaikan pemilik Nendia Primarasa, H. Heru Pujihartono. Ia juga kerap memberikan berbagai workshop pada karyawan Nendia Primarasa agar cerdik menghadapi situasi pandemi covid-19.

“Kami memberikan pelatihan kepada karyawan dan tetap terus menerapkan protokol kesehatan. Mereka juga dilatih bagaimana menjalankan protokol kesehatan ketika menyajikan makanan kepada klien,” kata Heru.

Nendia Primarasa menjadi salah satu usaha yang terdampak dari pandemi covid-19. Pun begitu, sebagai salah satu usaha jasa layanan Catering & Wedding Services yang berpengalaman dan terlengkap di Jakarta,  Nendia Primarasa terus berupaya untuk memberikan semangat kepada karyawannya agar tetap bangkit dari keterpurukan yang ada.

“Upaya kami untuk menjaga karyawan dengan selalu memberikan vitamin kepada mereka, kemudian, menjaga kesehatan, dan cek kesehatan secara berkala,” ungkapnya.

Heru juga menambahkan, pandemi covid-19 harus disikapi bersama dengan bijak. “Alhamdulillah, sekarang mulai membaik dan kami, Nendia Primarasa tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyesuaikan dengan aturan dari pemerintah,” tegas Heru.

Share :