Airbus Berencana Luncurkan Pesawat Bertenaga Hidrogen

Jakarta, airmagz.com – Airbus berharap dapat meluncurkan program pesawat Zeroe hybrid (pesawat tanpa emisi) pertama di dunia pada tahun 2025 untuk mencapai emisi nol pada tahun 2035.

“Baru-baru ini 5 tahun yang lalu, propulsi hidrogen bahkan tidak ada di radar kami sebagai jalur teknologi pengurangan emisi yang layak,” kata Glenn Llewellyn, Wakil Presiden Pesawat Tanpa Emisi Airbus dikutip dari Travel and Leisure.

“Tapi data meyakinkan dari industri transportasi lain dengan cepat mengubah semua itu. Hari ini, kami sangat senang dengan potensi luar biasa hidrogen yang ditawarkan penerbangan dalam hal pengurangan emisi yang mengganggu.”

Pabrikan juga sedang mengerjakan pesawat konsep bernama ZEROe, yang bisa mengurangi emisi pesawat hingga 50 persen.

Pesawat ZEROe adalah pesawat hibrida hidrogen yang menggunakan bahan bakar hidrogen cair dan turbin gas.

Itu artinya dapat menghasilkan sistem propulsi listrik hibrida yang sangat efisien, menurut pabrikan.

Untuk menerbangkan pesawat tanpa emisi ke udara pada tahun 2035, Airbus berharap dapat meluncurkan program pesawat terbang Zero-hybrid pada tahun 2025.

Selama beberapa bulan mendatang, insinyur Airbus akan meluncurkan beberapa program demonstran hidrogen, dengan harapan dapat menyempurnakan propulsi hidrogen.

Lalu pada akhir tahun 2020-an, Airbus berharap memiliki prototipe pesawat skala penuh. Tetapi butuh beberapa tahun untuk memutuskan seperti apa bentuk pesawat itu.

Terdapat 3 iterasi berbeda dari pesawat konsep yang saat ini dipertimbangkan. Termasuk turbofan (yang paling mirip dengan pesawat komersial umum saat ini), pesawat turboprop, dan badan sayap campuran.

“ZEROe akan menjadi pesawat komersial tanpa emisi pertama di dunia. Sebagai seorang insinyur, saya tidak bisa memikirkan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih menarik dari itu,” kata Jean-Brice

Industri penerbangan global bertanggung jawab atas sekitar 2% emisi karbon dunia dan 12% dari semua emisi dari transportasi secara umum, menurut Air Transport Action Group.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), industri ini juga telah berkomitmen untuk mengurangi separuh tingkat emisi karbon 2005 pada tahun 2050. (SS)

Share :
You might also like