Ini Kunci STP Riau Raih Peringkat Satu Pendamping Desa Wisata

Jakarta, Airmagz.com – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau yang melakukan pelatihan dan pendampingan di Koto Masjid, berhasil meraih penghargaan predikat peringkat satu dalam program Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata 2020.

Penghargaan ini diterima langsung Ketua STP Riau, Eni Sumiarsih, dalam acara Apresiasi Perguruan Tinggi Terbaik dalam Pendampingan Desa Wisata 2020 yang digelar secara hybrid (online dan offline) dari Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Foto: Ketua STP Riau, Eni Sumiarsih/Untung Sutomo/Airmagz

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani, yang mewakili kehadiran secara offline Menparekraf, Wishnutama Kusubandio. Menparekraf sendiri hadir virtual memberikan sambutan.

“Kami melakukan pelatihan dan pendampingan di Objek Wisata Kampung Patin, Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto, Kampar, Kabupaten Kampar, Riau,” ujar Eni Sumiarsih usai acara pemberian penghargaan.

Ia mengungkapkan, Koto Masjid adalah Desa yang dikenal sebagai Desa Wisata Kampung Patin, merupakan pemekaran dari Desa Pulau Gadang dan memiliki pemandangan alam yang eksotis karena berada di paparan waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang.

Menurut Eni, Desa ini dulunya merupakan salah satu desa yang ditenggelamkan karena imbas proyek dibangunnya PLTA Koto Panjang. Warganya pun direlokasi ke tempat lebih tinggi yang sekarang namanya menjadi Koto Masjid.

“Sebutan Kampung Patin tak lain karena keunikan yang dimiliki desa ini, di mana setiap rumah warga memiliki kolam ikan yang berisi ikan patin, in potens yang kemudian kami gali, sehingga di sana masyarakatnya bisa mengolah kuliner berbahan baku ikan patin yang dikembangkan menjadi beragam produk seperti otak-otak, naget, kerupuk ikan, empek-empek hingga burger patin,” kata Eni.

Selain itu, guna pengembangan potensi wisata lainnya seperti alam, pihaknya melibatkan sinergi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Dengan pemerintah mulai dari Pemda hingga pemerintah pusat diwakili Kemenparekraf dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), banyak mendatangkan mentor-mentor hebat sehingga masyarakat di desa ini, memperoleh pelatihan hingga pengetahuan yang mumpuni dalam menciptakan Desa Wisata,” jelasnya.

Sedangkan dari industri, Eni menuturkan dukungan datang dari SKK Migas dan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, sehingga banyak fasilitas yang tersedia guna mendukung Desa Wisata.

“Dengan adanya pendampingan yang kami lakukan, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, masyarakat di Koto Masjid kini berusaha memenuhi semua kebutuhan wisatawan, mulai dari penginapan berupa homestay hingga soal kuliner dan buah tangan atau oleh-oleh,” tuturnya.

Dengan adanya penghargaan yang diterima STP Riau, Eni Sumiarsih menegaskan tidak akan menyurutkan semangat jajarannya untuk terus berbuat lebih baik mendorong makin banyak desa-desa wisata yang mandiri, “Penghargaan ini bukan hanya untuk seluruh jajaran STP Riau, tapi seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki semangat bersama memajukan pariwisata,” pungkasnya.

Share :
You might also like