Taat Prokes CHSE, Pandemi Jadi Inovasi Pelaku Usaha Parekraf

Jakarta, Airmagz.com – Pandemi COVID-19 ternyata bukan menjadi penghalang para pelaku usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), untuk terus berkreasi dan  mencari inovasi baru sehingga bukan hanya sebagai upaya bertahan atas dampak pandemi tapi memperoleh cara baru menyuguhkan layanannya di era normal baru.

Seperti yang dilakukan Saung Angklung Mang Ujo, pandemi justru karyanya makin inovatif, dan menjadi contoh banyak pelaku usaha Parekraf, bagaimana Mang Ujo bisa tetap berkarya meski kondisi pemasukan perusahaan sangat terdampak pandemi COVID-19.

Hal ini diungkapkan langsung Direktur Utama PT. Saung Angklung Mang Udjo, Taufik Hidayat, dalam acara “Bincang-Bincang Program CHSE dan Gerakan Pakai Masker” di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (2/2/2021), bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno.

Taufik mengatakan, dengan adanya pandemi pihaknya melakukan berbagai macam inovasi dan menjadi pelaku usaha pertama di Jawa Barat yang memiliki sertifikasi CHSE.

“Konsep dari Saung Angklung Mang Udjo saat ini adalah keep the old the one create the new one, dalam arti kita masih mempertahankan nilai-nilai yang terkandung di dalam alat musik angklung, tetapi kita harus create the new one di masa pandemi ini. Karena seni budaya tradisional Sunda itu hampir tidak ada jarak antara pemain dan penonton dan kita juga banyak berinteraksi, dengan adanya pandemi kita mencoba untuk menyesuaikan dengan standar protokol kesehatan,” kata Taufik.

Untuk itu menurut Taufik, pihaknya memandang protokol CHSE dan gerakan memakai masker ini tentu bisa diterapkan oleh seluruh pelaku usaha Parekraf, agar tetap bisa menjalankan usahanya serta memperoleh kepercayaan dari pelanggan.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Gerakan Pakai Masker Sigit Pramono mengatakan, efektivitas vaksin COVID-19 memerlukan waktu yang relatif lama sekitar dua sampai tiga tahun ke depan. Untuk itu, pihaknya menyarankan untuk terus menyadarkan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan 3M, terutama memakai masker.

“Dengan pemakaian masker yang benar, akan menurunkan risiko tertular dan menularkan virus COVID-19 hingga 75 persen dan GPM terus berkomitmen mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar meskipun sudah divaksin,” kata Sigit.

Disiplin Protokol Kesehatan

Sementara Praktisi Kesehatan yang juga Juru Bicara Pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro, dalam kesempatan yang sama mengatakan, semua orang yang ada di bumi ini tidak ada yang luput dari risiko infeksi atau penularan. Maka perubahan gaya hidup yang menjadi dasarnya, termasuk yang paling penting adalah upaya pencegahan supaya tidak tertular dan tidak menulari, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kedengarannya simple, tapi belum semua orang menerapkan 3M ini dengan baik dan benar. Ini yang harus kita jadikan kebiasaan baru yang mungkin belum pernah kita lakukan sebelumnya. Supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar kita serta sebagai solusi untuk menjalankan kembali perekonomian kita dan hidup produktif. Jadi, dimanapun kita terapkanlah 3M dengan baik dan benar,” kata dr. Reisa. (Foto: Dok. Humas Kemenparekraf/Istimewa)

Share :
You might also like