Insiden Kargo di Hongkong Picu Sejumlah Kebijakan Demi Keselematan Penerbangan

Jakarta, airmagz.com – Insiden penerbangan yang terjadi di Hongkong beberapa waktu lalu berdampak pada kebijakan beberapa maskapai di Tanah air.

Terbakarnya satu kargo yang berisi sejumlah smartphone Vivo mengakibatkan pihak Hong Kong Airlines melakukan larangan sementara untuk mengangkut produk buatan produsen asal Tiongkok tersebut.

Langkah tersebut diikuti beberapa airlines Indonesia seperti Garuda Indonesia, Lion, Batik,  dan Citilink yang memberlakukan kebijakan serupa.

Tak ayal, hal ini diperkirakan akan mengganggu pasokan atau pemasaran produk smartphone Vivo di Indonesia. Meski memberlakukan larangan mengangkut produk Vivo, selama tidak mengandung komponen baterai atau lithium battery, Garuda Indonesia tetap memperbolehkan pengiriman suplai berupa sparepart, aksesori dan casing.

Dilansir dari berbagai sumber, Vivo Indonesia mengaku telah menerima laporan bahwa kiriman barang pada satu penerbangan kargo terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong, (11/4).

Pihak Vivo Indonesia mengaku memberikan perhatian tinggi pada hal ini dengan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan otoritas lokal terkait untuk mencari tahu penyebabnya. Vivo juga menjamin bahwa produk yang sampai di tangan konsumen memiliki standar keamanan dan kualitas tertinggi.

Seperti diketahui, dalam unggahan yang beredar di media sosial, surat edaran Cargo Information Notice yang dirilis oleh Garuda Indonesia mencantumkan judul atau subject “Pelarangan Pengiriman Kargo Mobile Phone (HP) Vivo Semua Tipe.

Dalam surat bernomor QA/007/IV/2021 tersebut, Garuda Indonesia memberlakukan sejumlah ketentuan. Pertama, ponsel semua tipe merek Vivo dilarang untuk diterima atau diangkut melalui kargo udara. Kedua, sukucadang, aksesoris, dan selubung atau casing ponsel tanpa baterai lithium dapat diangkut melalui kargo udara. Ketiga, petugas cargo acceptance (AVSEC) harus memastikan setiap pengiriman ponsel tidak terdapat merek Vivo semua tipe, dibuktikan dengan packing list yang ada atau pengecekan secara random. Keempat, semua unit dan personil operasional kargo agar mengimplementasikan SOP secara konsisten dan dimonitor dengan baik guna aspek safety (keselamatan) dan security (keamanan) tetap terjaga.

Share :
You might also like