Menparekraf: Sirkuit Mandalika Dorong Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat

Jakarta, Airmagz.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, optimis kehadiran sirkuit internasional Mandalika, bisa segera mendorong pemulihan ekonomi nasional secara umum dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada khususnya.

Hal ini disampaikan Menparekraf usai meninjau secara langsung proses pembangunan sirkuit internasional Mandalika, dengan berkeliling menggunakan sepeda motor listrik Lebui”, hasil karya para anak didik Science Technology Industrial Park (STIP) Industrial NTB, sejauh kurang lebih 4,5 meter, Rabu (6/5/2021).

“Saya makin optimis seperti yang disampaikan Gubernur NTB Pak Zulkieflimansyah dan Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Pak Abdulbar M Mansoer, bahwa sebelum digelar event MotoGP, pada November 2021 rencananya ajang World Superbike (SBK) akan digelar dahulu,” kata Menparekraf.

Sandiaga mengungkapkan, dua ajang internasional ini tentu akan menarik banyak wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Mandalika, sehingga sudah seharusnya ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, misalnya masyarakat yang sudah menerima ganti untung lahan, dananya bisa dipakai untuk modal usaha.

“Kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan terus membantu semaksimal mungkin agar International Street Circuit pertama di dunia ini bisa cepat selesai sesuai target, SBK sudah bisa digelar November 2021 dan 2022 MotoGP menyusul,” ungkap Sandiaga.

Bebaskan Lahan Penlok-2

Sandiaga menuturkan, salah satu dukungan terbaru Kemenparekraf terkait pembanguan sirkuit ini adalah pengadaan tanah penataan lokasi (Penlok-2) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan pendukungnya.

“Lokasi ini mulanya adalah tanah enclave, tanah milik masyarakat yang ada di sekitar kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Mandalika,” tuturnya.

Menurut Sandiaga, Kemenparekraf telah membayarkan ganti untung terhadap warga masyarakat pemilik lahan enclave. Dengan dukungan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terhadap 29 bidang lahan dengan lahan total 6,5 hektare.

Sementara itu Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menyatakan seiring dengan proses pembangunan sirkuit yang terus dikebut, pihaknya berharap program vaksinasi COVID-19 di NTB bisa berjalan seiring sejalan dan lancar, sehingga pandemi ini bisa dikendalikan.

“Jika vaksinasi berjalan seiring dan lancar, maka acara-acara yang digelar di sini mulai dari SBK, MotoGP dan lainnya bisa berjalan dengan aman, sehingga tentu berdampak pada pemulihan ekonomi dan pariwisata Lombok serta NTB,” kata Gubernur NTB.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer di tempat yang sama menambahkan pihaknya optimis pada sirkuit bisa selesai sesuai target.

“Ini sudah selesai aspal lapisan pertama, lapisan kedua ini akhir Mei 2021 hingga Juni 2021 juga selesai, kemudian lapisan atas akhir Juni 2021 selama tiga hari berturut-turut akan selesai juga dilakukan, jadi event SBK pada November 2021 bisa dilaksanakan Insya Allah,” jelas Abdulbar M Mansoer.

(Foto: Dok. Biro Komunikasi/Humas Kemenparekraf/Istimewa)

Share :
You might also like