Pentingnya Menjaga Warisan Budaya, Ini Alasannya

Bandung, airmagz.com – Warisan budaya ialah peninggalan dari masa lalu yang masih dapat kita pelajari hingga sekarang. Warisan budaya dapat berbentuk benda dan tak benda yang nyatanya sangat berguna untuk kehidupan manusia di masa kini.

Mantan wartawan Tempo, Bambang Bujono yang juga penulis dan editor Independen ini menjelaskan mengenai warisan budaya dan dunia digital pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (23/7/2021).

Berawal dari menyelamatkan Kuil Abu Simbel dari Bendungan Aswan di Mesir tahun 1954-1960 diketahui bahwa ada warisan dari zaman terdahulu berbentuk karya. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pun akhirnya mengakui ada warisan budaya dan alam dunia dalam konvensi tahun 1972.

“Warisan budaya benda dan alam ini merupakan sebuah karya besar, sebagai bukti hadirnya peradaban pada masa itu. Disebut warisan karena memungkinkan terdapat teknologi dan ilmu yang unggul. Bentuknya pun dapat menginspirasi arsitektur masa kini,” jelasnya.

Selain itu warisan benda juga merupakan habitat tanaman dan hewan. Setelah lama, UNESCO pun menyadari warisan budaya bukan hanya benda saja namun juga tak benda. Warisan budaya tak benda ialah berupa pertunjukan, sistem sosial seperti upacara festival, pengetahuan, ilmu dan keterampilan yang selama ini selalu ditularkan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Lantas, mengapa warisan budaya penting? Bambang menjelaskan, warisan ini dapat menjadi sumber ekonomi karena dapat menjadi lahan bisnis. Disamping sisi bisnis pentingnya warisan budaya sehingga warisan itu perlu dipahami dirawat yang diaktualisasikan. Misalnya Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Stupa ini tidak hanya menjadi objek wisata, bangunan itu sendiri mencerminkan kreativitas manusia di zamannya baik dari sisi teknologi bangunan juga dari sisi estetika. Stupa ini menyimpan arsip berupa relief tinggi di tiap tingkat yang menyimpan ajaran Buddhisme. Pastinya, Borobudur masih berfungsi sosial menjadi tempat peringatan hari-hari besar agama Buddha.

“Warisan budaya juga mempertemukan orang perorang, etnis bangsa dan bangsa. Mempertemukan ini memiliki arti yang sangat beragam dari hal praktis saling kenal hingga yang berdimensi global seperti kesepakatan perdamaian dunia,” ungkapnya.

Warisan budaya merupakan bukti pencapaian generasi-generasi masa lalu karena itu sudah sewajarnya bila dokumen kemampuan ini dipelihara lebih lagi dijadikan sumber inspirasi hidup masyarakat sekarang.

Teknologi digital menembus batas ruang dan waktu kita bisa melakukan kegiatan apa saja, di mana dan kapan saja dengan berganti peranti yang disediakan oleh teknologi digital. “Andai saja di masa peristiwa Bandungan Aswan sudah ada teknologi digital, UNESCO tidak perlu 10 tahun untuk menyusun kesepakatan perihal warisan budaya,” ujarnya.

Budaya digital membuat hidup kita lebih mudah dalam segala hal belajar bekerja berkreasi mencipta berkomunikasi.

Share :
You might also like