Kenali Modus Penipuan Cyber di Internet

Bogor, airmagz.com – Dari tahun ke tahun jumlah tindak pidana siber mengalami peningkatan. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri melaporkan sepanjang tahun 2019, terjadi sebanyak 4.259 laporan kejahatan cyber. Dari ribuan kasus di antaranya merupakan penipuan dan 267 kasus akses ilegal. Adapun pada Januari hingga November 2020 terjadi sebanyak 4.250 laporan kejahatan siber. Dari ribuan kasus, 1.158 kasus di antaranya merupakan penipuan dan 267 kasus akses ilegal.

“Ancaman digital terus berkembang, pembaruan proteksi harus terus dilakukan. Strategi penipuan makin beragam, kejelian deteksi penipuan harus terus diasah. Nah untuk mencegah hal itu sampai terjadi, kenali dan pahami dulu penipuan digital,” kata Heni Mulyati dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, (24/6/2021).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, modus penipuan digital biasanya dilakukan dengan syarat target awal adalah melakukan pencurian data digital, sehingga perlindungan terhadap identitas dan data pribadi menjadi bagian yang penting. Modus penipuan digital lainnya bisa berupa penipuan yang membuat korban dimintai uang, hingga pulsa lewat sms. Namun modusnya semakin canggih lagi saat ini.

“Kalau ada informasi jangan langsung panik, tapi kita cermati dulu kontak orang yang terdekat. Biasanya korban dimintai sejumlah uang, dan ini cukup marak sekarang modusnya sudah beda lagi ya jadi pelaku juga lebih cerdas cari cara berbeda,” kata Heni.

Bentuk lainnya dari kejahatan digital ada yang dikenal dengan phishing, salah jenis penipuan lewat website. Situs website ini dibuat mirip dengan akun sebuah bank namun sebetulnya bukan, saat korban masuk ke situs dan memasukan password asli akun bank pelaku kejahatan bisa menguras uang dan akun di bank.

“Ada beberapa cara untuk melapor lapor.go.id dan sms ke 1708, ada juga situs patroli siber milik Polri di mana masyarakan bisa melapor,” ujar Heni lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder dari The Enterpreneur Society dan Reza Hidayat CEO Oreima Films, serta Hellen Citra Dewi seorang Psikolog & Senior Trainer dari SEJIWA. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Share :
You might also like