Identifikasi Berita Palsu, Begini Caranya

Bogor, airmagz.com – Pandemi Covid-19 telah mendorong peningkatan pengguna digital dan media sosial. Menurut Asosiasi Penyedia Layanan Internet (APJI) terdapat pertumbuhan pengguna internet sebanyak 73,7 % yakni menjadi 196,7 juta orang.

Namun peningkatan jumlah pengguna internet belum sebanding dengan literasi digital seperti wawasan individu dalam memanfaatkan platform digital, alat komunikasi, termasuk dalam memproduksi dan mengevaluasi informasi dengan sehat dan bijaksana.

Terpenting dalam menyaring informasi yang bisa terjebak pada informasi palsu atau hoaks. Hoaks sendiri merupakan informasi bohong, tidak memiliki sumber kredibel dan sengaja dilakukan dengan tujuan menipu, seolah sebagai suatu kebenaran.

Sukma W. Wardonom Wakil Ketua PINSAKA Milenial Kwarda Jawa Tengah, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, mengungkapkan beberapa cara menjaga diri dari hoaks. Pertama agar membaca setiap informasi yang tersaji secara utuh dan jangan mengambil kesimpulan hanya dari beberapa potong saja.

“Biasanya judul dibuat menarik agar orang membacanya, jadi dibaca sampai selesai,” ujar Sukma.

Masyarakat harus berpikir kritis, logis, dan jernih saat mendapatkan informasi. Jangan mudah terpancing sebab hoaks kerap dibuat untuk menyinggung emosi pembacanya. Pastikan untuk mengecek kembali informasi apakah berasal dari sumber kredibel. Paling penting tahan jempol, saring informasi sebelum membagikannya apalagi jika tidak yakin faktanya.

Selanjutnya masyarakat perlu mengetahui cara mengidentifikasi hoaks. Waspadai judul yang informasi yang provokatif, cermati alamat situs, bandingkan sumber, periksa fakta, serta cek keaslian foto atau dokumentasi.

Masyarakat perlu tahu bahaya dari penyebaran hoaks itu sendiri yang bisa bermacam-macam. Salah satunya membuat situasi menjadi panik, hal ini biasanya terjadi saat terjadi bencana alam atau ancaman bom terorisme. Lebih parah lagi, hoaks bisa menimbulkan perpecahan dan memecah belah persatuan bangsa. Sebab itu saat menerima informasi, masyarakat hendaknya lebih kritis dan cerdas mengecek informasi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society dan Reza Hidayat CEO Oreima Films, serta Hellen Citra Dewi Psikolog dan Senior Trainer SEJIWA. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Share :
You might also like