Ciptakan Peluang dengan Digital Skills

Ciamis, airmagz.com – Covid telah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian, industri, bisnis, yang memaksa kita memasuki dunia yang sama sekali baru. Namun perubahan ini menciptakan peluang dan mengharuskan setiap orang untuk bisa beradaptasi.

“Beradaptasi dengan hal tersebut setiap orang harus punya pola pikir, kemauan agar bisa berkembang yakni untuk mau belajar sesuatu yang baru dan membawa perubahan tersebut ke arah yang lebih positif,” kata Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel Pariwisata IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, Kamis (24/6/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, salah satu perubahan yang harus dilakukan karena masa pandemi adalah dengan memiliki digital skills agar tetap bisa bertahan dan berkembang di masa pandemi. Apalagi di era sekarang ini muncul pekerjaan baru yang terbuka melalui hal-hal digital, meskipun di bidang pekerjaan tradisional masih ada peluang. Namun sebuah perkembangan baru akan bisa dikaryakan lebih jika ditransformasi ke arah digital.

Sehingga lahir pekerjaan baru di era digitalisasi yang pada sepuluh tahun lalu belum ada, misalnya influencer, reviewer, brand agency, travel vlogger, hingga penulis makanan. Sementara itu, ada beberapa digital skills teratas yang bisa diasah sebagai kemampuan di antaranya design graphic, copywriter, content creator, photographer & video editing.

Manfaat memiliki digital skills di era saat ini pun akhirnya membuka peluang baru bagi personal dan banyak orang, membantu kehidupan ekonomi, menyebarkan pengetahuan yang memiliki nilai lebih, dan membangun personal branding yang baik agar mendapat kepercayaan.

“Dengan masuknya society 5.0 di mana semua manusia akan hidup berdampingan dengan teknologi, adaptasi dengan memiliki digital skills menjadi sebuah keharusan,” kata Aditya.

Dari kemajuan teknologi, perubahan interaksi sosial ke digital saat ini pun sebanyak 4,2 miliar orang di dunia sudah menggunakan sosial media. Namun tentunya sosial media seharusnya bisa digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat bukan hanya sekadar dihabiskan begitu saja. Sosial media dapat dijadikan sarana untuk mempromosikan produk dan jasa dengan memberikan story telling kepada audience sehingga produk dan jasa bisa terjual.

“Jangan dikontrol oleh sosial media, namun kitalah yang mengontrol penggunaan sosial media,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Yani Sujana, Koordinator Masyarakat Anti Fitnah dan Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, serta Firzie Idris, Assistant Editor Kompas.com. Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Share :
You might also like