Marketplace Bantu 77% UMKM Pasarkan Produknya

Bekasi, airmagz.com – Hasil survey KIC Katadata menyebutkan sebanyak 77% UMKM terbantu dari marketplace dalam memasarkan produk sehingga bisa bertahan dan berjualan di masa pandemi.

Marketplace saat ini diibaratkan sebuah pasar di dunia maya dengan penjual yang berbeda-beda. Marketplace ini berbeda dengan e-commerce yang hanya menjual produk sendiri dan hanya ada satu toko, sementara online shop merupakan toko online di sosial media.

“Konsep marketplace ini sama seperti pasar tradisional hanya saja online, dalam bentuk website yang menghubungkan antara penjual dan pembeli,” kata Lecture IULI, Irma Nawangwulan dalam webinar Literasi Media wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (24/6/2021).

Sebagai pelaku UMKM, dia pun mengemukakan keuntungan bisnis bergabung di marketplace. Di antaranya tidak perlu bayar uang sewa lagi, jangkauannya pun lebih luas. Marketplace juga menjadi cara bertahan selama pandemi. Di samping itu marketplace memiliki banyak program promo seperti gratis ongkir, cashback, hingga diskon.

Dari sini sebanyak 72% konsumen menjadi tertarik unyuk belanja di toko online milik UMKM. Selain itu 69% konsumen mengatakan marketplace aman untuk transaksi dan sebanyak 66% mengatakan mudah digunakan. Dengan bergabung di marketplace pelaku UMKM juga bisa memperluas jaringan bisnis.

Irma menyebutkan, survey terbaru mengungkap sebanyak 4,7 juta UMKM telah merambah ekosistem digital dalam 11 bulan terakhir. Totalnya kini sekitar 64 juta UMKM secara keseluruhan. Dari hasil survey 392 UMKM se-Indonesia para UMKM sudah memiliki toko online, paling banyak di Shoppe dan Tokopedia.

“80 persen UMKM memiliki daya tahan lebih baik selama menghadapi pandemi. Kalau tidak mau start coba nggak mau melek teknologi,” ujar Irma.

Selain mengajak para pelaku UMKM untuk gabung di marketplace. Dia juga memberikan saran sebelum UMKM menjadi go digital. Pertama hindari kurang persiapan, belum paham promo di marketplace, lupa pelanggan lama, dan toko tidak dirawat. Di awal bergabung jangan langsung membuka toko di semua marketplace, sebaiknya belajar dulu cara mengelola toko.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Eko Prasetya, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Anggi Auliyani dari Duta Bahasa Jawa Barat dan Rahmat Supriatna CTO Codelite. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Share :
You might also like