Pemahaman Rekam Jejak Digital di Indonesia Masih Rendah

Bekasi, airmagz.com – Rata-rata orang Indonesia menggunakan internet sekitar 8 jam 50 menit per hari yang digunakan untuk live streaming, podcast, hingga bermain game. Namun yang paling besar dan bisa membawa dampak signifikan adalah durasi di media sosial yaitu 3 jam 14 yang rata-rata dihabiskan tiap orang.

Di ruang digital ini seseorang bukan hanya akan menuliskan komentar tapi juga dapat menggunggah sesuatu yang ternyata tak disadari merupakan data pribadi.

“Terkait penyalahgunaan data baru 34,3% orang di Indonesia yang peduli, ini data April 2021. Masalah data ini padahal menjadi penting jika kita tidak hati-hati,” kata Eko Prasetya, Wakil Ketua Umum Relawan TIK Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Terkait hal ini, eko mengatakan data pribadi seseorang adalah data bangsa, jika tidak dipedulikan akan mengancam kedaulatan bangsa. Eko pun berpesan bahwa catatan penting bagi semua orang, bahwa apa yang terjadi di dunia maya seharusnya tidak boleh berbeda di dunia nyata.

“Di Indonesia saat ini belum ada kurikulum bagaimana pentingnya rekam jejak digital sementara di luar sejak usia sekolah pendidikan literasi digital sudah diberikan,” ujar Eko.

Oleh karena itu menurutnya tidak mengherankan kalau sampai hari ini yang terjadi adalah komentar di medsos berseliweran, sementara di masa depan komentar atau perilaku di sosial media tersebut akan menjadi cv digital seseorang.

“Sosmed jangan gunakan untuk impress people tapi untuk memberi impact kepada banyak orang. Mari kita banjiri kanal sosial kita dengan sesuatu yang positif ,” tuturnya lagi.

Membaca kondisi yang terjadi di Indonesia di mana telah melewati masa pandemi di rumah lebih dari setahun. Orang tua bekerja di rumah, anak sekolah di rumah dan kegiatan daring termasuk bermain sosial media di dalamnya membuat penggunaan platform digital semakin lama durasinya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Indah Jiwandono Brand Owner Cool Sugarwax, Anggi Auliyani Duta Bahasa Jawa Barat, dan Rahmat Supriatna CTO Codelite. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Share :
You might also like