Geber dan Gaspol Kemenparekraf untuk PEN Parekraf di 2021

Jakarta, Airmagz.com – Selain bingkai Gerak Cepat (gercep), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menghadirkan sejumlah program dalam bingkai Gerak Bersama (Geber) dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol) selama 2021, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN) khusus sektor pariwisata dan ekonomi nasional (Parekraf).

“Dampak pandemi telah memukul keras sektor ini, maka Kemenparekraf bukan hanya harus Gercep, tapi juga Geber dan Gaspol, sehingga implementasi potensi PEN sektor Parekraf bisa segera dilakukan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam “Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) Kemenparekraf/Baparekraf Tahun 2021”, Senin (27/12/2021).

Dalam JPAT 2021 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta, Sandiaga menuturkan program dalam bingkai Gercep, Geber dan Gaspol berjalan seiring sehingga upaya maksimal pihaknya ini betul-betul dirasakan manfaatnya.

“Di Gercep kami menghadirkan program bantuan insentif khusus bagi pelaku Parekraf, nah di Geber, Kemenparekraf bergerak bersama memanfaatkan semua potensi untuk membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata yang dijalankan dalam beberapa program,” tutur Sandiaga

Sedangkan pada bingkai Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol), Kemenparekraf mengimplementasikan melalui berbagai program kerja yang diharapkan dapat menggarap semua potensi, sehingga mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Di bingkai Geber itu ada Program Vaksinasi COVID-19, Beli Kreatif Danau Toba, dan Spice Up The World,” kata Sandiaga.

Vaksinasi COVID-19

Ia menjelaskan, pada Program Vaksinasi COVID-19 Kemenparekraf/Baparekraf berkolaborasi dengan berbagai pihak turut berupaya mempercepat pencapaian herd immunity dengan menghadirkan sentra vaksinasi.

Hal itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo agar masyarakat seluruh provinsi dapat tervaksinasi minimal 70 persen di akhir 2021.

“Hingga saat ini Kemenparekraf/Baparekraf telah menghadirkan 113 sentra vaksin dengan total 712.413 orang peserta vaksinasi,” jelas Menparekraf.

Sementara Program Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) adalah program yang diluncurkan Kemenparekraf sebagai bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) pada 2021, dengan tujuan mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di salah satu Destinasi Super Prioritas yaitu Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara, agar dapat bangkit di masa pandemi ini.

Dari 200 peserta BKDT, masing-masing memperluas pasar dengan cara onboarding ke marketplace (bagi yang belum), dan mendaftar di marketplace lainnya, baik marketplace nasional maupun internasional seperti e-Bay dan Poptron.

Program tersebut berjalan efektif, dimana selama pendampingan rata-rata omzet dalam satu bulan sebesar Rp7.573.655.882 dari yang sebelumnya Rp3.755.904.060 perbulan. Atau rata-rata kenaikan omzet peserta perbulan sebesar 102 persen dibanding omzet sebelum ikut BKDT.

“Total omzet pserta BKDT dari awal hingga akhir program (25 Maret-20 Juni 2021) adalah sebesar Rp22.720.967.647,” jelas Menparekraf lagi.

Sedangkan program Spice Up The World adalah sebuah gerakan nasional yang sedang diusung pemerintah untuk tujuan meningkatkan nilai ekonomi di pariwisata, perdagangan, dan investasi melalui industri gastronomi.

Gerakan nasional yang saat ini dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) ini sudah digodok sejak Juni 2020 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari unsur pentahelix (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Asosiasi, Pemerintah, dan Media).

“Target dari Indonesia Spice Up the World hingga 2024 adalah hadirnya 4.000 restoran Indonesia di luar negeri; dan peningkatan nilai ekspor bumbu dan rempah menjadi 2 miliar USD,” ujar Menparekraf.

Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol)

Sementara dalam bingkai Gaspol, Menparekraf menyatakan diimplementasikan oleh Kemenparekraf melalui Pengembangan Desa Wisata, Pengembangan Kabupaten/Kota (KATA) Kreatif, Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI), serta Santri Digitalpreneur

Desa Wisata menjadi salah satu program utama Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya pemulihan dan peningkatan ekonomi dengan terbukanya lapangan kerja karena perekonomian desa wisata memiliki kecenderungan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan non desa wisata. Melalui kegiatan wisata, desa wisata juga mampu memperbaiki kondisi sosial-ekonomi desa.

“Kemenparekraf mendukung target RPJMN 2020-2024 yaitu target hingga 2024 menjadikan 244 desa wisata maju-mandiri dan tersertifikasi desa wisata berkelanjutan,” kata Menparekraf.

Pada Program Pengembangan Kabupaten/Kota (KATA) Kreatif sepanjang 2021, Menparekraf Sandiaga Uno telah menetapkan 21 kabupaten/kota kreatif Indonesia yang merupakan fungsionalisasi 10 KaTa Kreatif Indonesia 2019 dan 11 KaTa Kreatif Indonesia 2021 yang baru.

Kemenparekraf juga melakukan workshop peningkatan dan inovasi di 25 kabupaten/kota yang dihadiri langsung oleh Menparekraf untuk meningkatkan inovasi dan kewirausahaan pelaku ekonomi kreatif melalui narasumber yang kompeten di bidang ekonomi kreatif dan narasumber dari PT PNM (Persero) sebagai salah satu fasilitasi akses pembiayaan.

Setiap workshop dihadiri oleh 35 pelaku ekonomi kreatif yang menjadi database untuk dikembangkan. Pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku ekonomi kreatif diharapkan meningkat dan akses pembiayaan lebih mudah.

Apresiasi Kreasi Indonesia

Sedangkan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) merupakan kegiatan peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan.

Sepanjang 2021, AKI telah dilaksanakan di 16 Kota Kreatif di Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Banyuwangi, Balikpapan, Medan, Makassar, Surakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Pekalongan, Bali, Banyumas, Palembang, Bandar Lampung, Lombok dan telah memfasilitasi kurang lebih 640 Jenama.

“Di Gaspol ini program terakhir adalah Santri Digitalpreneur Indonesia, merupakan sebuah platform edukasi yang ditujukan kepada para santri agar dapat mengakses dengan mudah pelatihan online untuk meningkatkan skill, baik secara teknis maupun nonteknis dalam bidang digital dan kreatif,” ungkap Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, pada akhir program ini, seluruh peserta berkesempatan magang dan mengerjakan projek di salah satu studio kreatif untuk menciptakan konten kreatif, seperti animasi 2d, animasi 3d, atau creative audio production yang sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai sarana untuk berdakwah melalui platform digital.

Dalam program ini telah dilakukan pelatihan kepada santri sebanyak 24 kali pertemuan dengan total peserta sebanyak 565. Terdiri dari pelatihan 2D animasi sebanyak 150 peserta, 3D animasi sebanyak 221 peserta, serta Creative Audio Production sebanyak 194 peserta,” ungkap Menparekraf lagi.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, berbagai program tersebut menjadi bekal bagi Kemenparekraf/Baparekraf untuk dapat menghadirkan program dan bantuan pada sektor-sektor yang paling membutuhkan secara adil, tepat, dan merata di tahun depan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada kita semua di 2021. Kita yakin bahwa bahwa 2022 akan menjadi tahun yang sangat spesial di mana kita bisa menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk bangkit, siap untuk tumbuh, dan siap untuk menjadi menjadi pemain kelas dunia,” pungkas Sandiaga Uno.

Foto: Biro Komunikasi Kemenparekraf

Share :
You might also like