Laporan IAAW Terkait Kedaulatan Udara Indonesia Disambut Baik DPR RI

Airmagz.com, Jakarta – Aduan Pengamat Keudaraan dan Penerbangan Indonesia atau Indonesia Aviation and Aerospace Watch (IAAW) soal penerbangan termasuk kedaulatan udara Indonesia yang dikontrol asing, disambut baik oleh Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI.

“Pointer yang bapak sampaikan ini sebenarnya telah kami tanyakan ke Kemenhub. Termasuk yang terakhir, soal jumlah 800 pilot itu. Menhub (Budi Karya) berjanji akan mengubah aturan,” kata Wakil Ketua Komisi V Yudi Widiana di Ruang Pleno Fraksi PKS, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (24/1).

“Tapi kita akan coba dalami lagi sejauh mana implementasi perubahan aturan tersebut,” lanjut Yudi.

Sedangkan untuk Wilayah Informasi Penerbangan atau Flight Information Region (FIR), Yudi mencoba memetakan dan melakukan pendalaman atas hal tersebut. Yudi telah mendorong agar Kemenhub dapat membenahi segera mungkin.

“Oleh karena itu, Komisi V akan bekerjasama dengan Komisi I khususnya terkait dengan kedaulatan udara Indonesia. Saya mendorong agar Komisi I dapat bersuara menyelesaikan persoalan ini,” jelas Yudi.

Menurut pemaparan dari IAAW, FIR Singapura berada di atas perairan Selat Malaka yang merupakan alur lalu lintas laut yang tersibuk di dunia. Singapura memerlukan areal untuk dijadikan daerah latihan bagi Angkatan Udara dan Angkatan Laut miliknya. Bahkan, IAAW menilai kawasan tersebut telah masuk dalam strategi Singapura untuk mengendalikan poros maritim di Laut China Selatan.

Dan menurut IIAW, disebutkan bahwa terdapat 600 pilot asing yang bekerja di Indonesia. Sedangkan 800 pilot Indonesia tidak dapat bekerja dan jumlah tersebut akan terus bertambah.

(Baca Juga: James Hogan Mundur Sebagai CEO Penerbangan Etihad)

Share :
You might also like