Uniknya Wisata Udara Pulau Dewata

Airmagz.com-Berangkat dari selatan Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, terdapat sebuah terminal keberangkatan General Aviation yang selama ini mungkin kurang dikenal oleh berbagai kalangan. Sehingga dalam kesempatan kali ini menjadi sebuah momen yang penting untuk menceritakan kiprah General Aviation dalam bidang pariwisata serta medis udara di Indonesia.

Foto : Istimewa/Capt Teddy Hambrata Azmir

Menawarkan wisata udara dengan menggunakan tipe pesawat C 208 B Grand Caravan Seaplane Dimonim Air sebagai operator pesawat udara yang paling cepat pertumbuhan pada bidangnya melakukan ferry flight dari Vietnam menuju Indonesia dan memposisikan pengoperasian pesawat udara tersebut di Pulau Bali dengan berbagai destinasi yang tentunya sangat memukau sebagai sasaran wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Menawarkan penerbangan dengan keramahan dan pelayanan terbaik dengan tujuan, antara lain: Pulau Moyo; Nusa Penida; Pulau Menjangan; Gili Terawangan; Danau Batur hingga pulau Komodo serta beberapa destinasi alternatif lainnya di sekitar pulau Bali, Sumbawa dan Flores.

Wisata dengan cara melihat Indonesia secara utuh sebagai sebuah Negara Kepulauan yang terpisah-pisah oleh belasan ribu pulau, maka alternatif wisata dengan menggunakan pesawat amfibi ini adalah tawaran yang sangat menarik untuk melihat Indonesia sebenar-benarnya dengan segala macam keindahan pantai dan laut dengan berbagai destinasi dengan julukan “Potongan Nirwana Yang Jatuh Ke Bumi”.

Foto : Istimewa/Teddy Hambrata Azmir

Wisata dengan pesawat udara yang dapat melakukan pendaratan normal di air ini sangat menarik dengan waktu tempuh rata-rata tiga puluh menit hingga satu jam per destinasi dimana jika menggunakan moda transportasi lainnya perlu perjalanan delapan hingga sepuluh jam bahkan dalam hitungan hari. Yang lebih mengasyikkan adalah wisata udara ini dapat juga melakukan persinggahan dari dan menuju pulau-pulau disekitarnya jika memungkinkan.

Bali yang terkenal sebagai Bandara Internasional yang padat, juga bukan merupakan halangan untuk memberikan pelayanan terbaik disertai dengan keselamatan, kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu dengan pengaturan segalanya dengan professional dan penuh keramahan. Dengan disediakannya rute visual khusus dari operator lalu lintas udara di Denpasar sehingga jalur penerbangan menjadi lebih mudah dan aman.

Selain wisata udara, penerbangan yang termasuk dalam aktifitas General Aviation ini juga menawarkan penerbangan medis atau biasa disebut Medivac dalam istilah penerbangan. Bekerjasama juga dengan beberapa relasi yang berkompeten dibidang medivac yang berpusat di Denpasar bernama 221Medivac yang memiliki sarana dan fasilitas medivac  sangat lengkap dan modern.

Foto : Istimewa/Teddy Hambrata Azmir
Foto : Istimewa/Teddy Hambrata Azmir

Dengan kapasitas yang memadai dan peralatan kesehatan yang cocok untuk digunakan di dalam pesawat selama penerbangan, aktifitas medivac ini akan memberikan kecepatan dan ketepatan dalam proses penyelamatan dalam kecelakaan maupun orang sakit.

Keunggulan medivac melalui udara dengan menggunakan pesawat amfibi selain efisiensi waktu, jarak tempuh yang lebih jauh daripada transportasi lainnya; juga pesawat amfibi dapat melakukan takeoff dan landing dari laut maupun danau sehingga tidak memerlukan slot time yang terlalu lama dibandingkan dengan pesawat biasa yang harus beroperasi dari Bandara daratan.

Semakin nyata peran General Avation sebagai salah satu aktifitas penerbangan dunia yang sangat cocok untuk Nusantara dengan belasan ribu pulau terpisah-pisah oleh perairan yang sangat luas. Karena dua per tiga bagian negeri yang indah ini adalah lautan dan harus berimbang dengan moda transportasi wisata yang ramah terhadap waktu; jaminan keselamatan dan keamanan.

Ulasan oleh: Capt Teddy Hambrata Azmir, Direktur Teknis 3 Penerbangan Umum Ikatan Pilot Indonesia

 

 

 

 

 

Share :
You might also like