Ini Cerita Unik Raja Salman Turun Pakai Lift IPL JAS Karena Tangga Khususnya Macet

Bali, Airmagz.com-Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud terpaksa harus menggunakan Incapacitated Passenger Lift (IPL) saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu (4/3) karena tangga elektrik khusus milik Kerajaan Saudi mengalami gangguan 15 menit sebelum digunakan. Tapi ada cerita unik dibalik ini.

Deputy Director Operation & Service PT JAS Subiyono, GM Area 2 JAS Heri Lukmanto dan Manajer Ramp Handling JAS Hery Purwono/Foto Untung Sutomo

Cerita unik ini disampaikan Deputy Director Operation and Service PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Service) Subiyono, sesaat setelah Raja Salman berada di atas IPL ternyata tangga elektrik itu menyala kembali, “Tapi pihak protokoler tetap mempercayakan kepada JAS agar Raja Salman tetap menggunakan IPL untuk mengantisipasi jika tangga itu bermasalah kembali,” katanya.

Menurut Subiyono, pihak protokoler dan tim dari Kerajaan Saudi langsung melakukan investigas dan pengecekan secara langsung tangga elektronik tersebut mengapa mengalami masalah saat akan digunakan. Namun dari laporan yang diterima PT JAS tangga elektronik itu kini sudah kembali normal dan dipastikan bisa digunakan saat kepulangan Raja Salman pada 12 Maret 2017 mendatang.

Apa itu IPL, Subiyono menjelaskan dalam standar pelayanan darat atau groundhandling internasional Incapacitated Passenger Lift atau Incapacitated Loading Vehicle (IPL) biasa digunakan untuk penumpang yang memiliki kebutuhan khusus, dan ini sangat nyaman digunakan sebagaimana lift pada umumnya.

JAS yang sudang mengantongi sertifikat IATA Safety Audit for Ground Operation (ISAGO) jelas memenuhi persyaratan internasional, salah satunya dengan memiliki IPL ini. Untuk itulah Saudi Arabian mempercayakan seluruh penanganan darat pesawat kerajaan untuk ditangani sepenuhnya. Termasuk percaya bahwa masalah gangguan pada tangga khusus bisa dicari solusinya dengan mengoperasikan 1 unit IPL.

Sementara itu GM JAS Area 2 Heri Lukmanto menuturkan penanganan groundhandling Raja Salman dan rombongan memang memiliki keistimewaan, keunikan dan tantangan tersendiri yang berbeda dari tamu-tamu VVIP yang sudah pernah ditangani JAS.

“Selain rombongan yang memang banyak, pesawat juga banyak, kargo yang dimuat khusus di Bali juga bertonasi sangat besar mencapai sekitar 140 ton, sehingga kami harus mengoperasikan ground support equipment (GSE) sebanyak 121 unit, diantaranya 62 motorized dan 59 non-motorized,” tutur Heri.

Menurut Heri, JAS sebelumnya juga telah sukses menangani tamu VVIP lainnya mulai dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama, kedatangan Sultan Brunei Darussalam, Hasanal Bolkiah pada Oktober 2013,  pada oeriode itu juga ada Presiden Philipina,  VVIP Ukraina dan VVIP Singapore.

Seperti diketahui, Raja Salman Bin Abdul Aziz Al Saud mengadakan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-4 Maret 2017 di Jakarta dan Bogor. Ia kemudian melanjutkan berlibur ke Nusa Dua Bali pada 4-12 Maret 2017. Rencana awalnya hanya sampai 9 Maret 2017, namun belakangan dirubah sendiri oleh Raja Salman dan ingin berlibur di Bali hingga 12 Maret 2017, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab tonase kargo yang dibawa sangat besar.

Saat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 4 Maret 2014 petang, Raja Salman juga disambut meriah masyarakat Bali tampak pula Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widiatmoko, menyambutnya saat turun dari pesawat.

Share :
You might also like