Inggris ikuti Kebijakan AS Soal Perangkat Elektronik di Kabin Penumpang

Jakarta, Airmagz.com – Penumpang mulai dilarang membawa perangkat elektronik dalam pesawat mulai, Rabu WIB (22/3) yang merupakan kebijakan dari otoritas Amerika Serikat dan Inggris. Perangkat elektronik dilarang digunakan untuk penerbangan dari sejumlah bandara di Turki, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Larangan ini dilakukan karena ancaman teroris yang semakin berkembang cara untuk melakukan penyerangan di pesawat.

Instruksi Inggris baru itu akan melarang barang elektronik besar dari yang panjangnya 16 sentimeter, lebarnya 9,3 sentimeter dan tebalnya lebih dari 1,5 sentimeter dibawa ke kabin penumpang.

“Penerbangan langsung ke Inggris dari negara-negara tersebut yang terus beroperasi di Inggris harus mematuhi peraturan baru itu,” kata juru bicara Perdana Menteri Theresa May kepada wartawan.

“Kami pikir langkah-langkah itu diperlukan dan proporsional untuk memungkinkan penerbangan yang aman bagi penumpang.” Lanjut Theresa.

Sebelumnya Selasa kemarin, Badan Urusan Keselamatan Transportasi Amerika mengeluarkan larangan serupa bagi penumpang yang terbang langsung ke Amerika Serikat dari 10 bandara Timur Tengah. Larangan itu tidak untuk bukan menanggapi ancaman khusus tertentu, kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan, tetapi karena “pertimbangan intelijen” yang menunjukkan bahwa kelompok-kelompok ‘ masih ingin menarget penerbangan komersial.

Instruksi itu akan mengharuskan penumpang menyimpan perangkat elektronik yang lebih besar dari ponsel dalam bagasi check. TSA mengatakan ponsel tidak dicakup karena alasan logistik. TSA juga mengatakan memilih kesepuluh bandara tersebut “berdasarkan gambaran ancaman saat ini” dan setelah berkonsultasi dengan para pejabat intelijen, meskipun lebih banyak bandara bisa ditambahkan pada masa depan.

Inggris yang merupakan sekutu dari AS mengikuti kebijakan tersebut untuk mencegah para teroris melakukan aksinya.

Diberitakan kantor berita AFP, Kanada dan Prancis sedang dalam proses menimbang untuk mengikuti kebijakan dari AS. Negara Jerman saja yang menolak melakukan ide tersebut.

Baca Juga : Royal Jordanian Airlines melarang perangkat elektronik di penerbangan

Share :
You might also like