Laba Bersih Garuda Indonesia Anjlok Hingga 89 %

Jakarta, Airmagz.com – Laba bersih PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, secara keseluruhan anjlok hingga 89,45% atau hanya mendapat USD 9,36 juta atau setara dengan Rp 124,5 miliar (kurs Rp 13.300 per dolar AS) dibandingkan dengan periode sebelumnya tahun 2015 yakni USD78 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia, M Arief Wibowo mengungkapkan, tren pertumbuhan industri penerbangan di dunia khususnya Asia Pasifik mengalami kenaikan sejak lima tahun terakhir, mulai dari perlambatan ekonomi global hingga mempengaruhi daya beli masyarakat. “Walaupun demikian, Garuda Indonesia grup masih tetap bisa mempertahankan kinerja positifnya,” kata Arif Wibowo, dalam acara analyst meeting di Bandara Soetta, Rabu, 22 Maret 2017.

Mengacu pada kajian kinerja industri penerbangan Asia Pasifik, Arif menilai passengger yield (imbal hasil) industri penerbangan Asia Pasifik selama lima tahun terakhir mengalami penurunan yang sangat signifikan, dari USC 9,6 per km pada 2012 menjadi USC 6,2 per km di 2016. Namun demikian, traffic penumpang tercatat menunjukan tren peningkatan dari 511,6 juta penumpang di 2012 menjadi 632,8 juta penumpang di 2016.

“Kajian tersebut menunjukkan industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik meski meningkat dalam jumlah penumpang, namun mengalami penurunan yield karena sebagian besar maskapai turut melakukan ekspansi dalam strategi pengembangan bisnisnya,” katanya.

Menghadapi persaingan kompettitif industri di dunia tahun 2017 ini tambah Arif, Garuda Indonesia akan memperkuat sejumlah sektor komersial dan niaga dengan melakukan akselerasi pengembangan layanan berbasis IT dengan melakukan optimalisasi program customer loyalty hingga memperkuat platform perangkat e-commerce sehingga perusahaan dapat menghadirkan seamless kepada seluruh pengguna jasa.

“Selain itu, meski situasi industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik tengah mengalami persaingan yang ketat dan memengaruhi penerbangan domestik maupun international, posisi Garuda Indonesia saat ini mencatatkan market share sebesar 41,71 persen di pasar domestik dan 26,93 persen untuk market share pasar internasional,” terangnya.

Baca Juga : Garuda Indonesia dan Meksiko Jajaki Kerjasama Joint Promotion Program

 

Share :
You might also like