Sriwijaya Air Buka Rute Penerbangan Yogyakarta – Lampung

Jakarta, Airmagz.com – Tambah rute penerbangan Maskapai Sriwijaya Air buka rute dari bandara Adisutjipto. Kali ini mereka membuka penerbangan baru dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju bandara Raden Inten Lampung pulang pergi (PP) mulai 22 Maret 2016.Distrik Manager Sriwijaya Air Yogyakarta, Faisal Rahman mengatakan, sebenarnya Sriwijaya Air sudah merencanakan membuka penerbangan Yogyakarta-Lampung sejak 2014.
Untuk keperluan internal Sriwijaya, perwujudan rute tersebut harus diselaraskan mengingat penerbangan Yogyakarta-Lampung adalah rute unik, karena biasanya transit di Jakarta selama satu jam. “Pesawat FJ12 biasanya berangkat jam 11 dan conecting di Jakarta jam 14.00 WIB,” tuturnya.

Rencanya Pesawat menuju ke Lampung akan berangkat pukul 16.55 WIB dan berangkat dari Lampung sekitar pukul 14.00 WIB. Dengan penerbangan langsung ke lampung akan menghemat waktu. Dengan lama penerbangan sekitar 1 jam 20 menit akan sangat menghemat waktu karena biasanya harus transit di  Jakarta minimal satu jam.

Faisal juga menjelaskan, dengan penambahan penerbangan ke Lampung tersebut maka jumlah penerbangan Sriwijaya Air genap 9 flight. Sriwijaya sudah menerbangai 8 rute varian dari Yogyakarta yaitu ke Pontianak, Palembang, Makasar, Balikpapan, Jakarta, Samarinda, Denpasar, dan Lampung.

Selain rute ke Yogyakarta, hari ini penerbangan baru di Lampung juga dibuka yaitu ke Surabaya. Hari pertama penerbangan ke Lampung, load factor mencapai 99%. Sementara 2 fligth Lampung-Surabaya load factornya 87% dan Surabaya-Lampung 85%. “Kami menargetkan yang transit di Jakarta akan diupayakan langsung di masa mendatang,” ujar dia.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menyambut baik pembukaan rute ini. Dengan load faktor 99% dari pesawat berkapasitas 148 tempat duduk, maka menunjukkan rute ini merupakan rute favorit. Harapannya, dengan penerbangan ini akan menghemat waktu penumpang. “Sekarang masyarakat Lampung langsung bisa ke Yogyakarta atau sebaliknya,” tutur Agus.

Share :
You might also like