AirNav Indonesia Ingatkan Masyarakat Tidak Gunakan Laser di Area Sekitar Bandara

Jakarta, Airmagz – Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) yang biasa disebut AirNav Indonesia mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan laser di kawasan sekitar bandara, sebab dapat mengganggu penerbangan.

“Sebab laser yang ditembakkan, jika ditembakkan ke kokpit akan mengganggu pandangan pilot. Apalagi, menembakkan laser termasuk tindakan serius yang bisa diganjar hukum,” ujar Corporate Secretary AirNav Indonesia Ari Suryadharma di Jakarta, Jumat (18/3/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan mengatur larangan mengenai kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Dalam Pasal 210 UU Nomor 1 Tahun 2009 dinyatakan, ‘Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara’.

“Termasuk kegiatan yang dilarang itu adalah laser, bermain layang-layang, mengoperasikan drone, balon udara, dan aktivitas lainnya yang dapat mengganggu penerbangan,” terang Ari.

Sanksi dari pelanggaran larangan tersebut pidana penjara paling lama 3 (tiga) dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar, sebagaimana diatur dalam Pasal 421 ayat 2.

“Karenanya kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menembakkan laser di kawasan sekitar bandara,” tegasnya.

Penting diketahui, sinar laser yang ditembakkan ke pesawat mengganggu kokpit pesawat. Karena diameter cahaya saat ditembakkan dari sumber laser cahayanya akan membesar sampai di pesawat, akibatnya pandangan kokpit terganggu ketika pesawat hendak mendarat maupun lepas landas.

Share :
You might also like