larangan Elektronik Masuk Pesawat, Emirat & Etihad Punya Solusi

Jakarta, Airmagz.com – Larangan untuk membawa peralatan elektronik yang di dicetus Amerika Serikat beserta sekutunya tak serta merta di ikuti oleh negara lain, AS secara spontan membuat aturan mengenai larangan untuk membawa peralatan elektronik kedalam pesawat, di dalam nya juga tertulis beberapa negara masuk dalam List pelarangan tersebut di antaranya negara Uni Emirat Arab. Ada 11 bandara di 8 Negara yang juga kena imbas nya, termasuk penerbangan Emirates yang melintasi delapan negara tersebut.

Lantas beberapa maskapai di sana tak menggubris aturan yang dibuat AS, justru mereka memberikan solusi lain dalam melayani para penumpang maskapai mereka. Seperti yang di lakukan emirates, emirates melakukan peminjaman tablet Microsoft Surface bagi penumpang yang melakukan penerbangan non-stop dari Dubai ke Amerika Serikat. Karena yang meminjamkan adalah maskapai, yang notabene bukan bawaan dari penumpang, maka aturan larangan ini seharusnya tidak berlaku.

Hanya saja, peminjaman tablet Microsoft Surface ini hanya berlaku bagi penumpang yang memegang tiket first class dan bisnis penerbangan non-stop ke Amerika Serikat. Ini juga menjadi sebuah keuntungan bagi penumpang pesawat Emirates, di saat kebutuhan akan perangkat elektronik untuk aktifitas kerja bisa di dapatkan para penumpang di dalam pesawat.

“Penumpang bisa mengunduh pekerjaan mereka melalui USB yang bisa dibawa ke dalam penerbangan dan mencolokkannya ke perangkat (Microsoft Surface) sehingga bisa meneruskan pekerjaan mereka,” tulis Emirates . Jumat (7/4/2017).

Lain halnya dengan maskapai Etihad Airlines, mereka juga punya solusi terkait kebijakan pelarangan perangkat elektronik masuk ke dalam kabin pesawat, maskapai mereka meminjamkan tablet iPad bagi penumpang kelas satu dan bisnis. Sementara Qatar Airways meminjamkan penumpang kelas bisnis sebuah laptop.

Sebelumnya pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa barang-barang elektronik bisa dibawa di kabin pesawat. Namun demikian barang elektronik yang akan dibawa penumpang ke dalam pesawat terbang harus diperiksa dengan ketat. Pemeriksaan terhadap barang elektronik tersebut harus sudah  dilakukan di dalam bandara sebelum penumpang naik ke dalam pesawat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengirimkan  kembali Surat Keputusan  Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pengelola Bandara yang  mengingatkan bahwa keamanan barang elektronik penumpang,  dalam pelaksanaanya diatur melalui ketentuan tertentu.

Ketentuan tersebut adalah :
1. Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara no. SKEP/ 2765/ XII/ 2010.
2. Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara no. SE.6 Tahun 2016.

“Keamanan penerbangan merupakan satu kesatuan dengan keselamatan penerbangan. Untuk itu pengamanan terhadap barang-barang yang berpotensi dapat menganggu keselamatan penerbangan harus diperketat. Termasuk di antaranya terhadap barang elektronik yang akan dibawa ke dalam kabin pesawat,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso.

Menurut Agus, pengamanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Anexes dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dan Undang-undang no. 1 tahun 2009 tentang Penerbangan. Pengamanan ketat terhadap barang-barang elektronik di dalam kabin dilakukan dalam upaya mengantisipasi aksi terorisme menggunakan perangkat elektronika tersebut.

Baca Juga : Tak Ada Larangan, Laptop dan HP Boleh Masuk Pesawat

Share :
You might also like