Proyek Kereta Bandara, Warga Manggarai Adukan PT KAI ke Ombudsman

Jakarta, Airmagz.com – Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia bersama dengan warga Manggarai mendatangi Ombudsman Republik Indonesia untuk melaporkan dugaan mal administrasi yang telah dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Pelaporan tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan proyek strategis nasional kereta api Bandara Soekarno-Hatta.

Divisi Advokasi Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Nasrul Dongoran sebagai perwakilan warga mengklaim, rencana pembangunan proyek kereta api Bandara Soekarno-Hatta yang dilaksanakan PT KAI sudah melakukan mala administrasi terhadap rencana proyek strategis tersebut.

Adapun mala administrasi yang dimaksud menurut PBHI adalah, tidak melibatkan warga untuk berdialog terhadap rencana (master plan) proyek pembangunan kereta api Bandara Soetta. PT KAI dinilai telah melampaui wewenangnya untuk menggunakan pihak kepolisian dalam hal ini untuk melakukan penggusuran paksa terhadap warga Manggarai khususnya RW 12, serta melakukan perlawanan hukum karena tidak sesuai dengan peraturan presiden dalam melakukan pengkajian pengukuran tanah yang tidak berimbang.

“Rencana pembangunan proyek ini tertutup dan tidak transparan. Kita tidak pernah tahu bagaimana perencanaan pembangunan tersebut dan apakah memang pembangunan itu akan melalui rumah warga Manggarai, dalam hal ini kita tidak pernah diajak dialog” ujar Nasrul di Kantor Ombudsman, Jakarta, Jumat, 7 April 2017.

Nasrul mencurigai ada dugaan kuat korupsi yang telah dilakukan terhadap rencana proyek yang dilaksanakan PT KAI. “Ada indikasi korupsi dalam rencana pembangunan kereta api Bandara Soetta ini. Hal ini bisa terlihat dari tidak adanya transparansi pembangunan tersebut. Selain itu soal tanah yang akan diujur itu saya lihat ada anggarannya,” paparnya.

Sementara itu, Komisioner Ombudsman RI Adrianus Meliala mengungkapkan, kami telah menerima laporan yang dilakukan PBHI atau warga Manggarai RW 12 dan akan segera menindaklanjuti persoalan ini. “Hari ini kita akan mengirimkan surat kepada PT KAI untuk dimintai penjelasan supaya maslah ini jelas dimana problemnya,” ungkap Adrianus di Kantor Ombudsman, Jakarta.

“Berkaitan dengan rencana penggusuran yang akan dilakukan pada 9 April mendatang kami juga akan menghentikan rencana tersebut sebelum mendapat keterangan yang lengkap dari PT KAI,” ujar Adrianus.

Sebelumnya, PT KAI telah melayangkan surat peringatan kepada warga RW 012 Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan untuk mengosongkan rumahnya hingga Minggu, 9 April 2017.

Proyek KA Bandara sendiri memiliki panjang rel 36,3 km. Rinciannya adalah pembangunan jalur baru sepanjang 12,1 km dari Batu Ceper-Bandara Soetta. Sedangkan sisanya menggunakan jalur yang sudah eksisting.

KA Bandara Soetta memiliki dua rute. Rute pertama adalah dari Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman Baru-Stasiun Duri-Stasiun Batu Ceper-Stasiun Bandara Soetta. Sementara rute 2 melalui Stasiun Jakarta kota-Stasiun Kampung Bandan-Stasiun Duri-Stasiun Batu Ceper-Stasiun Bandara Soetta.

Baca Juga : Ratusan Warga RW 12 Manggarai long march Tolak Pembangunan Stasiun Kereta Bandara Soetta

Share :
You might also like