FIFGROUP Salurkan Total Bantuan 223 Juta Rupiah Bantu Korban Banjir Bima.

Jakarta, Airmagz.com – Bencana banjir bandang yang melanda Bima dan sekitarnya pada akhir tahun 2016 menarik perhatian masyarakat Indonesia. Sekitar 6 desa terendam banjir dan diperkirakan banjir tersebut menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah, baik materiil dan imateriil. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Bima, FIFGROUP menyerahkan bantuan berupa bahan makanan (sembako) dan selimut.

Bantuan diserahkan ke beberapa titik daerah yang terdampak secara langsung dan paling parah. Diserahkan langsung oleh Branch Manager FIFGROUP cabang Bima, Zulhendra Diswar, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para korban banjir di wilayah tersebut.

Ketua IKAFIFGROUP (Ikatan Karyawan FIFGROUP), Marlon Patar Parlinggoman Sibuea menegaskan bahwa FIFGROUP memiliki komitmen yang kuat dalam memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat sesuai dengan misi FIFGROUP.

”Di mana ada FIFGROUP, di situ FIFGROUP harus dapat memberikan manfaat bagi sekitarnya.” ujar Marlon.

Melalui program CSR FIFGROUP Peduli, FIFGROUP secara rutin juga sudah melaksanakan berbagai macam program kepedulian sosial. Melalui FIFGROUP Peduli, FIFRGOUP berkonsentrasi pada 4 pilar kepedulian, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selang beberapa bulan (11/04), IKAFIFGROUP yang diwakili oleh ketuanya mengunjungi Bima untuk memastikan bantuan yang telah diserahkan oleh FIFGROUP telah tepat sasaran. Ketua IKAFIFGROUP juga mengecek langsung kondisi karyawan dan pelanggan FIFGROUP yang sempat terkena bencana banjir bandang susulan yang kembali melanda Bima di akhir bulan Maret 2017.

Pada kesempatan itu, Marlon didampingi oleh Head Corporate Communication FIFGROUP, Arif Reza Fahlepi juga mengundang Wakil Walikota Bima, H.A. Rahman H. Abidin serta wartawan Bima dalam rangka mempererat tali silaturahmi.

Dalam acara silaturahmi ini, Zulhendra mejelaskan mengenai upaya FIFGROUP untuk membawa kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, tidak hanya melalui program CSRnya tetapi juga melalui berbagai program yang ditawarkan oleh FIFGROUP.

Di tahun 2016, FIFGROUP telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp28,91 triliun. Dari pencapaian itu, paling banyak menyumbang adalah penjualan sepeda motor baru dan bekas melalui brand FIFASTRA yang telah membiayai 1.492.969 item dengan nilai Rp 21,49 triliun.
SPEKTRA, sebagai divisi yang membiayai elektronik dan multiguna kinerjanya juga cukup baik. 854.538 item dibiayai dengan nilai Rp 3,37 triliun. Unit usaha terakhir dan paling baru, AFTRA, brand pembiayaan untuk roda empat telah membiayai 10.387 mobil atau senilai Rp 664,48 miliar. Sedangkan AMITRA, brand dengan platform pembiayaan syariah sudah memberangkatkan sekitar 252 orang jamaah tanah air untuk ibadah Umrah di tanah suci atau senilai Rp 5,4 miliar.

Hingga Februari 2017, penyaluran pembiayaan oleh FIFGROUP sudah mencapai sekitar Rp 4,93 triliun, meningkat dibandingkan periode sama tahun di tahun 2016 sebesar Rp 4,45 triliun.
Dalam bidang pendidikan, sepanjang tahun 2016 FIFGROUP telah memberikan pelatihan bagi 2392 orang guru di seluruh tanah air. Dalam bidang kesehatan, FIFGROUP telah membantu PMI dalam mengumpulkan 9495 kantong darah serta melayani 4964 pasien melalui mobil medis yang disediakan. Dalam bidang lingkungan, FIFGROUP menanam 4260 pohon. Sedangkan dalam bidang pemberdayaan masyarakat, FIFGROUP telah memberikan pelatihan UMKM bagi 494 orang. Di tahun 2017, FIFGROUP berkomitmen untuk meningkatkan target implementasi CSR yang lebih massif guna membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Seperti diketahui Banjir yang menimpa Bima akhir tahun 2016 lalu membuat lima kecamatan di Kota Bima terendam banjir setinggi 1-2 meter, meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat, dan Punda. Sama halnya dengan banjir yang melanda wilayah Lewirato, Sadia, Jati Wangi, Melayu, Pena Na’e, mencapai 2 meter.

“Di Kabupaten Bima banjir merendam di Desa Maria dan Desa Kambilo, Kecamatan Wawo. Data sementara tercatat 25 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut, 3 rumah rusak sedang, dan 1 jembatan negara putus,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada waktu itu.

Selain itu juga, banjir merendam Desa Unter Kroke, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa. Sutopo menyebut 120 kepala keluarga, yang terdiri dari 610 jiwa, terdampak banjir.

“1 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, dan 2 jembatan desa putus. Tinggi banjir 1-2 meter,” ujarnya.

“BPBD bersama dengan TNI, Polri, SAR, Tagana, PMI, SKPD, relawan, dan masyarakat melakukan evakuasi warga. Pelayanan kesehatan diberikan bagi warga. Kebutuhan mendesak perahu karet, permakanan, selimut, tenda, air bersih, obat-obatan, makanan bayi, dan lainnya,” imbuh Sutopo.

Baca Juga : Tak Perlu Waktu lama, FIFASTRA Tawarkan Kredit Cepat Tepat

Share :
You might also like