Airnav Angkat Bicara Soal Salah Paham Terkait Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia

Jakarta, Airmagz.com – Insiden pesawat Sriwijaya Air dengan Garuda menjadi perhatian publik terkait nyaris tabraknya kedua pesawat tersebut. Airnav Indonesia angkat bicara, ditemui di Terminal 3 Internasional, pada Jumat (14/4)  menjelaskan bahwa terjadi salah paham dengan istilah nearmiss pesawat Sriwijaya dengan Garuda.

Direktur Utama Airnav Indonesia Novie Riyanto menjelaskan, “Penggunaan kata nyaris tabrakan itu salah karena jarak kedua pesawat yang terlibat insiden itu sekitar 3mil atau 5km. Lebih tepat menggunakan kata ‘nearmiss’ untuk kejadian ini.”

Insiden ini terjadi karena pelanggaran prosedur oleh ATC yang membuat pesawat Sriwijaya yang seharusnya loading  namun masuk dalam antrian sehingga menjadi terganggu.

“Sriwijaya yang harusnya loading, disuruh masuk dulu sehingga antrean menjadi terganggu. Namun masih dalam tahap safety karena masih dalam envelop sehingga ada proteksi yang dilakukan. Bukan seperti yang diberitakan nyaris tabrakan karena jarak antar pesawat ini masih dalam radius 5km,” ujar Novie Riyanto.

Sesuai dengan prosedur pihak ATC sementera ini dibebaskan tugaskan terlebih dahulu menunggu proses investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan KNKT.

“ATC-nya sekarang nggak boleh ngontrol dulu. Jadi tidak difungsikan sebagai ATC, kita pindahkan ke administrasi sementara. Jadi ada ATC-nya, ada supervisornya,” tanda Dirut Airnav Indonesia.

Baca Juga : Investigasi “Runway Incursion”. Airnav : ATC dan Supervisor Kami Grounded.

Share :
You might also like