Lagi! Aksi Pesawat Militer Rusia Lintasi Amerika

Jakarta, airmagz.com – Lagi-lagi, pesawat pengebom milik Rusia kembali terdeteksi mengudara di dekat wilayah lepas pantai Alaska, Amerika Serikat. Dua pesawat pengebom Rusia itu kedapatan terbang di wilayah udara yang berjarak hanya 65 kilometer dari Alaska.

Seperti dilansir CNN, Kamis (20/4/2017), insiden ini merupakan kali kedua yang terjadi dalam 24 jam terakhir di Alaska. Dua pesawat pengebom Rusia jenis TU-95 Bear itu terdeteksi di dekat Alaska pada Selasa (18/4) waktu setempat.

Aksi pesawat tersebut memaksa Amerika Serikat mengirimkan jet-jet tempurnya. AU Amerika Serikat mengirimkan dua jet siluman F-22 setelah sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry atau AWACS memperingatkan kedua pesawat Rusia itu.

Kedua jet F-22 itu kemudian terbang mendampingi kedua “bomber”Rusia selama 12 menit, sebelum kedua “bomber” itu mengubah arah dan kembali ke pangkalan mereka di wilayah timur Rusia.

kedua bomber Rusia itu, Tu-95 Bear, terbang dalam jarak 450 kilometer dari pangkalan AU Emendorf yang masih merupakan zona identifikasi pertahanan udara Amerika.

Langkah provokatif ini muncul di tengah meningkatkan ketegangan antara Amerika dan Rusia menyusul serangan senjata kimia Suriah disambung serangan rudal tomahawk Amerika.

Tidak diketahui pasti apakah pesawat Rusia yang terdeteksi pada Selasa (18/4) itu merupakan pesawat yang sama yang dicegat jet tempur F-22 pada Senin (17/4). Namun pejabat Pertahanan AS menyatakan kepada CNN bahwa insiden itu merupakan pelanggaran terpisah.

Dijelaskan lebih lanjut oleh dua pejabat pertahanan AS yang enggan disebut namanya, dua pesawat pengebom TU-95 Bear milik Rusia itu terbang ke dalam Zona Identifikasi dan Pertahanan Udara Alaska.

Salah satu pesawat berada di lokasi yang berjarak hanya 36 mil laut atau 65-66 kilometer dari daratan utama Alaska. Kedua pesawat Rusia itu mengudara sejauh 745 mil laut atau 1.379 kilometer ke sebelah barat laut Anchorage.

Sebelumnya dalam insiden pesawat Rusia yang terjadi Senin (17/4), pejabat militer AS menyatakan pencegatan berlangsung aman dan profesional. Insiden itu dilaporkan terjadi di lokasi berjarak 160 kilometer dari Pulau Kodiak. Militer AS menyebutnya sebagai interaksi biasa, namun anggota parlemen AS dari Partai Republik, Adam Kinzinger, yang mewakili negara bagian Illinois menyebut Rusia ingin ‘unjuk gigi’.

Namun tak cuma Amerika Serikat saja yang terprovokasi aksi pesawat militer Rusia, sebelumnya dua negara sekutu AS yaitu Inggris dan Jepang juga merasakan hal yang sama, kedua negara tersebut di lintasi pesawat militer milik Rusia.

Baca Juga : Dua Pesawat Pengebom Rusia Tu-160 Blackjack Dicegat Jet Tempur Inggris

Share :
You might also like